Juli Prastomo, SDM Kaltim Tembus Panggung Hapkido Dunia

SAMARINDA – Di balik deretan prestasi atlet Kalimantan Timur yang kerap menjadi sorotan, ada sosok-sosok lain yang bekerja di balik panggung pertandingan. Mereka bukan atlet yang mengejar medali, tetapi bagian penting untuk memastikan sebuah kompetisi berjalan sesuai standar dan regulasi.

Salah satunya adalah Juli Prastomo. Salah satu putra terbaik Kalimantan Timur dalam pengabdian membesarkan olahraga Hapkido di tanah timur borneo, kiprahnya mentereng bahkan menembus batas Indonesia. Dari Benua Etam, Juli kini dipercaya mengemban tanggung jawab di panggung Hapkido Asia sebagai International Referee atau wasit internasional.

Pada 13 Agustus 2026, Juli dijadwalkan bertolak ke Hong Kong, China. Di sana, ia akan menjalankan tugas sebagai International Referee dalam 3rd Hapkido Asian Championships 2026, kejuaraan resmi di bawah naungan World Hapkido Martial Arts Federation (WHMAF).

Bagi Juli, kepercayaan tersebut bukan sekadar penugasan. Ia menjadi bagian dari perjalanan panjang yang dibangun bertahun-tahun melalui pengalaman, pengabdian, serta konsistensi dalam dunia Hapkido.

Hong Kong bukan panggung internasional pertamanya. Beberapa pekan sebelumnya, tepatnya pada 24–27 Juli 2026, Juli dipercaya menjadi Inspektur Pertandingan dalam National Championship di Brunei Darussalam.

Jejaknya di level Asia bahkan telah dimulai sejak 2019. Pada Kejuaraan Asia Hapkido pertama, Juli sudah dipercaya menjalankan tugas sebagai wasit. Pengalaman itu kemudian terus berkembang hingga dirinya kembali dipercaya dalam ajang South East Asia Hapkido Union (SEAHU) Championships di Yogyakarta tahun lalu, kali ini sebagai Inspektur Pertandingan yang mendampingi Technical Delegate.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kapasitas Juli tidak berhenti pada penguasaan teknis pertandingan. Pengalamannya telah membawanya memahami bagaimana sebuah kompetisi berskala internasional dikelola, bagaimana regulasi diterapkan, sekaligus bagaimana dinamika pertandingan berlangsung di level Asia.

Dari Arena Daerah ke Panggung Internasional

Di tingkat nasional, nama Juli juga memiliki rekam jejak panjang. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi Pertandingan Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) selama dua periode berturut-turut.

Sementara di Kalimantan Timur, pengabdiannya terus berjalan. Juli aktif sebagai Bendahara Pengda Hapkido Kaltim sekaligus dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum Hapkido Kota Balikpapan.

Pengalamannya dalam pembinaan olahraga beladiri kemudian membawanya ke lingkup yang lebih luas. Juli dipercaya masuk dalam jajaran Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kaltim periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Anderiy Syachrum.

Di titik inilah perjalanan Juli menjadi lebih dari sekadar cerita tentang seorang wasit yang mendapat kesempatan bertugas di luar negeri. Ia menjadi gambaran bahwa prestasi olahraga tidak hanya dibangun oleh atlet yang berdiri di atas podium.

Ada pelatih, ofisial, perangkat pertandingan, pengurus, hingga orang-orang yang memahami bagaimana sebuah pertandingan harus dijalankan dengan standar yang terus berkembang.

Pengalaman Internasional Jadi Modal Olahraga Kaltim

Pengalaman Juli di berbagai kejuaraan internasional menyimpan nilai yang lebih besar bagi olahraga Kalimantan Timur. Sebab, dari posisinya di tengah kompetisi, ia memiliki kesempatan melihat perkembangan olahraga dari sudut yang berbeda.

Ia bersentuhan langsung dengan regulasi pertandingan, standar penyelenggaraan internasional, karakter atlet dari berbagai negara, hingga perkembangan teknik dan strategi dalam pertandingan. Pengetahuan semacam itu menjadi modal penting ketika Kaltim berbicara tentang Sport Intelligence.

Sport Intelligence bukan hanya tentang mengetahui siapa lawan yang akan dihadapi. Lebih jauh, ia berkaitan dengan kemampuan membaca peta kekuatan, memahami perkembangan kompetitor, memetakan tren pertandingan, serta menerjemahkan informasi tersebut menjadi strategi pembinaan atlet.

Dalam konteks itu, pengalaman orang-orang seperti Juli menjadi aset yang tidak boleh berhenti sebagai catatan perjalanan pribadi. Pengetahuan yang diperoleh dari panggung internasional dapat ditarik pulang ke Kaltim, kemudian diterjemahkan menjadi bahan evaluasi dan strategi untuk membangun atlet yang lebih siap menghadapi persaingan nasional maupun internasional.

Terlebih, Kaltim kini tengah menatap agenda olahraga besar dan target prestasi yang semakin tinggi. Setiap pengalaman yang bersentuhan langsung dengan standar internasional semestinya menjadi bagian dari ekosistem pembinaan.

Juli Prastomo telah membuktikan bahwa SDM olahraga Kaltim tidak hanya mampu bertanding di luar negeri. Ia juga mampu dipercaya untuk menjaga jalannya pertandingan di level internasional.

Besok, ketika Juli berangkat ke Hong Kong, yang dibawanya bukan hanya mandat sebagai seorang International Referee. Ada nama Kalimantan Timur yang ikut bersamanya. Dan dari balik arena pertandingan Hapkido di Hong Kong, ada satu pesan yang patut dibaca lebih jauh: Kaltim tidak hanya memiliki atlet untuk mengejar medali, tetapi juga memiliki manusia-manusia olahraga yang memiliki kapasitas untuk berdiri sejajar di panggung dunia.

Kini tantangannya adalah bagaimana pengalaman itu tidak berhenti di luar arena, tetapi dibawa pulang untuk memperkuat pembinaan, memperkaya Sport Intelligence, dan menjadi bagian dari perjalanan panjang Kaltim menuju prestasi olahraga yang lebih tinggi. (nul)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker