Kenaikan BBM Menuai Riak, Ganggu Daya Beli Masyarakat

SAMARINDA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dinilai berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menanggapi berbagai keluhan yang berkembang di tengah masyarakat terkait meningkatnya biaya hidup.

Menurut Sri Puji, meskipun persoalan distribusi dan ketersediaan BBM menjadi ranah komisi lain, dampak yang ditimbulkan terhadap kesejahteraan masyarakat tetap menjadi perhatian seluruh anggota DPRD.

“Benar Yang naik adalah pertamax, tapi kan kalau Pertalite kosong, masyarakat kan jadikan Pertamax itu alternatif,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Ia mengatakan kenaikan harga BBM akan berpengaruh terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama kelompok yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau harga BBM naik, otomatis masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk aktivitas mereka, sementara pendapatan sebagian besar masyarakat belum tentu ikut meningkat,” lanjut Sri Puji.

Sri Puji menilai kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan jasa. Akibatnya, masyarakat harus menyesuaikan kembali pengeluaran rumah tangga agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, berbagai keluhan yang muncul menunjukkan bahwa masyarakat merasakan langsung dampak kenaikan biaya hidup. Meski tidak menerima laporan secara formal, ia mengaku melihat keresahan tersebut berkembang di tengah masyarakat maupun media sosial.

“Pasti semua merasakan dampaknya. Ketika kebutuhan meningkat sementara penghasilan tetap, tentu masyarakat harus mencari cara untuk menyesuaikan pengeluarannya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu memastikan kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Sebab, stabilitas daya beli menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Sri Puji berharap berbagai pihak dapat bersama-sama mencari solusi untuk meminimalkan dampak kenaikan biaya hidup terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang rentan secara ekonomi.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat tetap bisa menjalankan aktivitas dan memenuhi kebutuhannya dengan baik. Karena itu, setiap kebijakan harus memperhatikan kondisi riil yang dirasakan warga,” tutupnya. (ah/gs/adv)

Penulis: Annisa Hidayah

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker