Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan Penggunaan Gadget Anak

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda terus mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak, hal ini terus digaungkan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak negatif ruang digital terhadap perkembangan anak.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan pembatasan penggunaan gadget secara menyeluruh sulit diterapkan. Karena itu, edukasi kepada orang tua menjadi langkah yang paling realistis untuk dilakukan.

“Kalau kita bicara pembatasan gadget, memang susah. Harapannya adalah edukasi kepada orang tua tentang bagaimana membatasi penggunaan gadget dan mengetahui aktivitas anak di perangkat tersebut,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Novan, pengawasan tidak hanya diperlukan bagi anak usia dini, tetapi juga remaja yang telah memasuki jenjang sekolah menengah. Orang tua dinilai perlu mengetahui aktivitas digital anak untuk mengantisipasi berbagai bentuk penyimpangan maupun paparan konten negatif.

Dia menyebut pemerintah melalui kementerian terkait telah melakukan berbagai upaya pembatasan terhadap situs-situs yang mengandung konten negatif. Namun, pengawasan di lingkungan keluarga tetap menjadi faktor yang paling menentukan.

“Bukan hanya anak usia dini, anak yang sudah SMA pun perlu diketahui aktivitasnya oleh orang tua agar tidak ada potensi-potensi mengarah kepada penyimpangan,” katanya.

Novan menambahkan, pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk membatasi penggunaan gadget di ruang publik secara umum. Oleh karena itu, pendekatan melalui keluarga dinilai menjadi benteng pertama dalam membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat.

“Kalau di rumah mungkin bisa dibuat aturan, tetapi ketika sudah berada di ruang publik tentu tidak ada aturan yang bisa membatasi itu. Karena itu peran orang tua menjadi sangat penting,” tutupnya. (ah/gs/adv)

Penulis: Annisa Hidayah

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker