DPRD Samarinda Dorong Pembangunan Berbasis Sungai Mahakam

SAMARINDA — Pembangunan infrastruktur di Kota Samarinda diminta tidak hanya berorientasi pada modernisasi fisik, tetapi juga harus tetap menjaga identitas dan karakter daerah. Di tengah pesatnya pembangunan kota, keberadaan nilai sejarah dan budaya lokal dinilai penting agar Samarinda tidak kehilangan jati dirinya sebagai Kota Tepian.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, menilai sejumlah proyek yang dibangun pemerintah kota mulai menunjukkan upaya mengintegrasikan identitas lokal ke dalam wajah pembangunan. Salah satu contohnya adalah penataan kawasan Teras Samarinda yang memanfaatkan tepian Sungai Mahakam sebagai ruang publik sekaligus ikon kota.

“Ciri khas Samarinda yang diangkat ini kan kita ada Kota Tepian. Makanya saya bilang Teras Samarinda itu sudah menggambarkan dan mengangkat kebudayaan serta ciri khas Kota Samarinda itu sendiri,” ujar Romadhony, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, keberadaan Teras Samarinda tidak sekadar menjadi proyek penataan kawasan perkotaan, melainkan simbol yang menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan seiring dengan pelestarian sejarah dan karakter daerah.

Ia menegaskan, pembangunan kota idealnya tidak hanya menghasilkan infrastruktur baru, tetapi juga mampu memperkuat identitas yang membedakan Samarinda dari daerah lain. Integrasi aspek budaya dalam pembangunan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga nilai-nilai lokal di tengah perkembangan kota.

Romadhony mengatakan Samarinda memiliki modal sejarah yang kuat karena tumbuh dan berkembang dari aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Mahakam. Selama puluhan tahun, sungai tersebut menjadi jalur utama perdagangan, transportasi, hingga pusat interaksi sosial masyarakat.

Karena itu, ia berpandangan arah pembangunan kota seharusnya tetap menjadikan Sungai Mahakam sebagai salah satu pusat pengembangan kawasan perkotaan. Potensi sungai dinilai sangat besar untuk mendukung sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga penguatan identitas daerah.

“Kita punya sungai yang indah, Sungai Mahakam. Kita membangun peradaban Samarinda ini dari sungai, dari tepian sungai,” katanya.

Lebih lanjut, Romadhony menilai pemanfaatan Sungai Mahakam selama ini masih belum optimal. Selain sebagai jalur transportasi dan aktivitas ekonomi tradisional, kawasan sungai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah kota di Indonesia yang berhasil mengembangkan kawasan waterfront sebagai daya tarik wisata dan penggerak ekonomi. Menurutnya, Samarinda memiliki modal yang tidak kalah besar karena Mahakam telah menjadi ikon yang melekat dengan identitas Kalimantan Timur.

“Maka itu kita juga harus membangun pariwisata Kota Samarinda untuk mengangkat perekonomian kota ini dari sungai,” tutup Romadhony. (ah/gs/adv)

Penulis: Annisa Hidayah

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker