Sejumlah Pekerja Insinerator Mengundurkan Diri, DPRD Samarinda Segera Temui DLH Kota Samarinda

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menyusul munculnya polemik operasional insinerator yang ditandai dengan mundurnya sejumlah pekerja.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah mengatakan, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut, karena berpotensi mengganggu keberlanjutan program pengolahan sampah berbasis insinerator yang saat ini mulai berjalan. “Ini harus segera kita koordinasikan dengan DLH. Kita perlu tahu persis seperti apa kondisi di lapangan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Aan, sapaan akrabnya mengungkapkan, informasi awal yang beredar menyebutkan pengunduran diri pekerja dipicu ketidaksesuaian antara gaji dan beban kerja. Namun, menurutnya, hal itu belum bisa disimpulkan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.

“Memang informasi di media sosial menyebut gaji tidak sesuai. Tapi kita belum tahu teknis pekerjaannya seperti apa, ini yang harus diklarifikasi,” katanya.

Ia menilai, penting bagi DLH untuk membuka secara rinci sistem kerja di lapangan, termasuk pembagian tugas pekerja. Pasalnya, pekerjaan di insinerator tidak hanya sebatas membakar sampah, tetapi juga mencakup proses pemilahan antara sampah yang masih memiliki nilai guna dan yang benar-benar residu.

“Jangan sampai pekerja dibebani dua pekerjaan sekaligus, memilah dan membakar. Kalau itu terjadi, wajar kalau mereka merasa tidak seimbang,” tegasnya.

Aan menekankan, kesesuaian antara beban kerja dan upah harus menjadi perhatian serius. Ia juga mengingatkan agar prinsip Analisis Beban Kerja (ABK) diterapkan secara tepat dalam pengelolaan tenaga kerja. “Kalau memang bebannya besar, tentu harus diikuti dengan kompensasi yang sesuai. Itu prinsip dasarnya,” ujarnya.

DPRD, lanjutnya, berencana segera memanggil DLH dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan gambaran utuh sekaligus mencari solusi agar operasional insinerator tetap berjalan optimal. “Jangan sampai program ini terganggu hanya karena persoalan teknis yang sebenarnya bisa kita benahi bersama,” kata dia. (gs/ah/adv)

Penulis: Annisa Hidayah

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker