
SAMARINDA – Gara-gara virus corona, Arab Saudi menutup kunjungan warga negara asing, termasuk dari Indonesia untuk umroh. Namun hal itu tidak membuat Biro Perjalanan Haji dan Umroh di Samarinda, Kalimantan Timur menghentikan persiapan keberangkatan para jamaah umroh.
Sejumlah pengusaha berharap Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementrian Agama bisa menjamin dan berkomunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk bisa menerima jamaah haji dari Indonesia.
Apabila tidak ada solusi terhadap larangan Pemerintah Arab Saudi tersebut, maka itu jelas mengancam sejumlah biro perjalanan atau travel yang biasa membawa jamaah ke Makkah. Apalagi, sampai saat ini sejumlah pengusaha perjalanan umroh dan travel sudah mempersiapkan kebarangkatan jamaah umroh hingga 2 bulan kedepan.
Salah satunya, PT Arrehlah Wisata dari Samarinda. Biro perjalanan ini sudah punya ribuan daftar tunggu yang menanti keberangkatan.
“Kami tetap menunggu perkembanganya hingga pekan depan. Karena Maret ini, kami sudah menyiapkan 4 kali keberangkatan dengan jumlah sekitar 500 orang. Dan sampai saat ini, kami belum memberitahukan perihal pembatalan keberangkatan,” kata Kepala Pelayanan PT Arehlah Wisata Abdurahman, Jumat (29/2) sore.
Menurut dia, pihaknya tetap memberikan tuntutan dan tata cara perjalanan haji untuk persiapan keberangkatan seperti biasa.
“Kami lakukan setiap Sabtu di Jalan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang. Kegiatan manasik haji tetap kami lakukan sampai dengan keberangkatan mereka tanggal 9 Maret mendatang. Namun kalau ada perubahan, kami akan sampaikan kepada jamaah,” kata Abdurahman.
Soal kekhawatiran Arab Saudi terhadap virus corona, dia mengatakan bahwa seluruh jamaah yang diberangkatkan selalu melakukan pemeriksaan kesehatan sangat ketat. Apabila tidak sehat, maka tidak mungkin diberangkatkan. Apalagi sampai terinfeksi virus corona.
“Yang jelas, kalau ada gejalanya virus corona, kami tidak berani memberangkatkan,” katanya.
Abdurahman meminta jamaah tak perlu khawatir dan cemas dengan kondisi kebijakan Arab Saudi tersebut. Sebab pemerintah pasti mencari jalan keluar terbaik.
“Sesuai jadwal, untuk bulan ini, semua jamaah yang sudah kembali ke Samarinda, namun bulan Maret nanti, sejumlah jadwal keberangkatan sudah siap dilakukan,” kata dia. (maman)



