
SAMARINDA – Pameran Kesehatan Tahun 2025 garapan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda secara resmi ditutup Wakil Wali Kota Samarinda, H Saefuddin Zuhri. Pameran tersebut mengangkat tema “Samarinda Sehat Cegah Stunting: Deteksi Dini Seluruh Keluarga untuk Samarinda Maju”. Dilaksanakan di GOR Segiri Samarinda, Minggu (9/11/2025) . Pameran berlangsung selama tiga hari. Sejak 7-9 November 2025. Ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Samarinda mewujudkan masyarakat sehat dan produktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Ismed Kusasih, mengapresiasi antusias masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Pameran kesehatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Dinas Kesehatan terhadap visi Pemerintah Kota untuk mewujudkan Samarinda Sehat menuju Samarinda Maju,” ungkap Ismed.
Dia menyampaikan, bahwa selama tiga hari penyelenggaraan, berbagai kegiatan edukatif dan interaktif digelar. Mulai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), talkshow stunting dan kesehatan umum, senam bersama, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Pada hari kedua, acara semakin semarak dengan senam yoga ibu hamil, talkshow HIV, lomba Ranking 1 untuk pelajar SMA, serta sesi edukasi dari berbagai organisasi profesi. “Di hari terakhir, masyarakat juga menikmati senam Germas dan fashion show yang diikuti peserta dari berbagai kalangan,” jelas Ismed.
Menurut dia, jumlah pengunjung mencapai 6.362 orang selama tiga hari pelaksanaan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan Dinkes sebagai wadah edukasi dan kolaborasi lintas sektor. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan sebagai sarana edukasi, promosi kesehatan, dan kolaborasi menuju Samarinda Sehat dan Maju,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Keberhasilan pameran merupakan hasil kerja bersama lintas OPD, organisasi profesi, dan masyarakat. “Keberhasilan ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” ujarnya.
Saefuddin menilai, tingginya partisipasi masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis menjadi bukti meningkatnya kesadaran warga akan pentingnya kesehatan. “Saya mengapresiasi partisipasi masyarakat yang luar biasa, baik dalam mengikuti edukasi maupun memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa pameran kesehatan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum memperkuat implementasi program prioritas Pemkot Samarinda, khususnya pencegahan dan penanganan stunting serta pelaksanaan Germas di semua lapisan masyarakat. “Pameran ini adalah titik awal memperkuat pelaksanaan program prioritas, terutama pencegahan dan penanganan stunting serta pembudayaan Germas,” tegasnya.
Menurut Saefuddin, pencegahan stunting menjadi fokus utama karena menyangkut masa depan generasi muda Samarinda. “Masa depan Samarinda bergantung pada kualitas generasi mudanya. Mari pastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ajaknya.
Selain itu, dia menilai Germas menjadi pondasi penting membentuk masyarakat yang tangguh dan peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. “Dengan membudayakan Germas di setiap keluarga, kita menciptakan individu yang kuat dan peduli terhadap kesehatan diri serta lingkungannya,” ucapnya. (gs)



