

KUTAI KARTANEGARA – Berbeda dengan lomba lari pada umumnya. Lomba lari Run Street Ramadan yang beberapa kali dilakukan di Kota Tenggarong, semua peserta dilarang menggunakan sepatu.
Tidak ada kualifikasi khusus untuk peserta, baik dewasa maupun anak-anak. Semua peserta langsung diadu dan setiap satu kali start berjumlah 4 peserta, kemudian diambil satu peserta untuk lolos ke babak selanjutnya.
Perlombaan ini terbuka untuk semua kalangan tanpa batasan usia pada kategori umum. Hal ini cukup menambah antusiasme para peserta dan juga para penonton yang memadati Jalan Panji yang menjadi satu satunya arena untuk lomba lari itu.
Bagi para peserta, kegiatan ini dianggap sebagai kegiatan yang menyenangkan (fun) untuk menjaga kesehatan. Karena selama menjalani puasa Ramadan, mereka kurang melakukan aktivitas fisik. Sehingga kegiatan lari pada malam hari ini dianggap sebagai aktivitas yang menyenangkan.
Kegiatan Fun Run Street Ramadan Cup 2024 mendapatkan apresiasi dari Camat Tenggarong, Sukono. Kegiatan ini dianggap telah memberi contoh bahwa anak muda Tenggarong sangat kreatif mengemas kegiatan di bulan ramadhan dengan positif.
Kedepan ia pun menuturkan akan mendukung setiap kegiatan pemuda Tenggarong yang positif dan tertib. Dibanding kegiatan-kegiatan yang berbahaya seperti balap motor liar. “Lomba lari kemarin bisa jadi contoh dan daya tarik masyarakat untuk menyaksikan maupun terlibat memeriahkan even tersebut,” kata Sukono, Selasa (26/3/2024).
“Kami akan memberikan dukungan penuh dan memberikan wadah bagi masyarakat yang hobi olahraga khususnya lari dan juga sebagai hiburan,” sambungnya.
Sukono menyebutkan bahwa Pemerintah Kecamatan Tenggarong akan selalu siap apabila dilibatkan oleh Dispora Kukar untuk menggelar even pada Ramadan selanjutnya. “Kita terus berkoordinasi dengan Dispora terkait kegiatan even yang ingin dilaksanakan di Tenggarong. Jadi harapannya pemuda lebih kreatif gelar kegiatan positif,” ujarnya. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)



