Truk Ugal-ugalan di Ringroad, Anggota DPRD Samarinda Soroti Rambu dan Kesadaran Pengendara

SAMARINDA – Belakangan beredar video di media sosial memperlihatkan truk melaju ugal-ugalan di kawasan Ringroad Samarinda. Hal itu menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar, yang menilai persoalan keselamatan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan kondisi kendaraan, tetapi juga kelengkapan rambu dan kesadaran pengendara memahami risiko berkendara.

Anhar mengatakan, pembenahan rambu lalu lintas masih menjadi hal yang perlu diperhatikan. Meski demikian, pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama kepolisian telah melakukan berbagai upaya menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.

“Memang seharusnya kita perlu pembenahan rambu-rambu juga. Tapi terlepas dari itu, saya pikir pemerintah kota sudah melakukan hal yang sangat maksimal, khususnya Dishub dan kepolisian yang berkaitan dengan lalu lintas,” ujarnya di Kantor DPRD Samarinda, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, upaya pemerintah tersebut harus diimbangi dengan kepatuhan para pengendara. Terutama kendaraan berat yang memiliki risiko lebih besar ketika terjadi kecelakaan. Pengemudi truk diminta tidak mengabaikan batas kecepatan maupun aspek keselamatan lainnya saat melintas di jalan raya.

“Pengendara-pengendara, khususnya truk, perlu menghargai dan mengetahui risiko serta konsekuensi dari kelalaian. Entah kecepatannya terlalu tinggi atau kelalaian lainnya, itu bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Di sisi lain, Anhar juga mengingatkan pengendara sepeda motor agar tidak mengabaikan kewaspadaan ketika berbagi jalan dengan kendaraan besar. Keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan, bukan hanya pengemudi kendaraan berat.

Ia menilai penyebab kecelakaan tidak boleh langsung menyalahkan kendaraan besar. Pemeriksaan lebih lanjut di setiap insiden oleh kepolisian diperlukan untuk mengetahui apakah kejadian tersebut dipicu kelalaian pengemudi truk, pengendara sepeda motor, atau faktor lainnya.

“Kita tidak bisa langsung menilai satu pihak saja. Nanti pihak kepolisian dan instansi terkait yang mengetahui apakah pengendara motor yang lalai atau pengemudi truknya,” jelasnya.

Anhar mengatakan , pembenahan infrastruktur lalu lintas, pengawasan, dan kesadaran berkendara perlu berjalan beriringan untuk menekan risiko kecelakaan di Samarinda. “Karena memang semuanya saling berkaitan, terutama kesadaran berkendara,” pungkasnya.  (ah/gs/adv)

Penulis: Annisa Hidayah

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker