SAMARINDA – Pengembangan transportasi massal dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi Kota Samarinda seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan penggunaan kendaraan pribadi. Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan keberadaan angkutan massal tidak hanya berkaitan dengan penyediaan moda transportasi bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah menata lalu lintas perkotaan.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat memiliki pilihan menggunakan transportasi umum, ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat ditekan. Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
“Transportasi massal ini kita dorong bukan hanya supaya masyarakat punya angkutan umum. Lebih dari itu, ini bagian dari upaya kita mengurangi kemacetan dan menata jumlah kendaraan yang ada di Samarinda,” kata Deni Hakim di Gedung DPRD Samarinda, Kamis (1/10/2026)
Ia menilai persoalan kemacetan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah atau memperlebar jalan. Pemerintah juga perlu membangun sistem transportasi yang mampu mengakomodasi pergerakan masyarakat dalam jumlah besar.
Menurut Deni, transportasi massal dapat menjadi alternatif bagi warga yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari. Dengan sistem angkutan yang memadai, masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang lebih beragam. “Kalau transportasi umumnya tersedia dan masyarakat merasa nyaman menggunakannya, tentu akan ada pilihan selain membawa kendaraan sendiri. Itu yang harus kita bangun,” ujarnya.
DPRD Samarinda sebelumnya telah menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan transportasi massal di Kota Tepian. Dukungan tersebut juga diarahkan pada upaya memperoleh bantuan pemerintah pusat untuk mendukung realisasi program.
Deni mengatakan pemerintah kota bersama DPRD masih membahas pengembangan sistem tersebut dengan pemerintah pusat. Ia berharap dukungan yang diperoleh nantinya dapat memperkuat layanan transportasi umum sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi. “Harapannya transportasi massal ini benar-benar bisa menjadi alternatif bagi masyarakat. Jadi bukan sekadar ada angkutannya, tetapi bisa digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan transportasi massal nantinya juga sangat bergantung pada kualitas layanan. Kemudahan akses, jangkauan rute, kenyamanan serta kepastian layanan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar masyarakat tertarik menggunakan angkutan umum.
Ia berharap pengembangan transportasi massal dapat menjadi bagian dari penataan sistem transportasi Samarinda secara menyeluruh. Dengan demikian, persoalan mobilitas masyarakat, kepadatan kendaraan dan kebutuhan angkutan umum dapat ditangani melalui satu kebijakan yang terintegrasi. “Yang kita inginkan ke depan adalah transportasi massal ini bisa benar-benar menjadi bagian dari sistem transportasi Samarinda dan membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan,” pungkas Deni. (Adv)
Penulis: Annisa Hidayah



