
SAMARINDA – Kota Samarinda mulai melakukan screening di seluruh titik masuk Kota Samarinda. Semua orang yang masuk ke Samarinda akan diperiksa, khususnya orang dari daerah yang memiliki resiko tertular dan menular Covid-19.
“2 hari lalu, Bupati Kutai Kartenagara membuat pernyataan bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi zona merah, karena adanya kasus Covid-19 akibat transmisi lokal. Sehingga mulai hari ini (Senin, 4/4), Kota Samarinda melakukan screening di seluruh titik akses masuk ke kota samarinda. Pemeriksaan terhadap semua orang yang masuk, khususnya dari daerah yang kita ketahui memiliki resiko tertular dan menular Covid-19,” ungkap Walikota Samarinda Syaharie Jaang saat menggelar konferensi pers, Senin (4/5).
Menurut dia, screening akan dilanjutkan kepada seluruh petugas kesehatan dan lapangan yang berinteraksi langsung dengan populasi berisiko kasus Covid-19 di Kota Samairnda.
“Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Samarinda.
Menurut dia, Samarinda merupakan Ibukota Provinsi Kaltim dengan jumlah penduduk terbanyak. Dan Samarinda juga merupakan kota transit Kabupaten/Kota lainnya di Kaltim. Seperti Kukar, Kubar, Kutim, Bontang dan Balikpapan.
“Sementara daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang sudah memiliki transmisi lokal penyebaran Covid-19. Kita harus mewaspadai penyebarannya,” ungkap dia.
Jaang mengajak semua masyarakat Samarinda untuk berdoa bersama, agar kasus Covid-19 di Kaltim, khususnya di Kota Samarinda segera berlalu.
“Para pasien yang positif segera diberikan kesembuhan. Tenaga kesehatan dan Tim Gugus Tugas Covid-19 diberikan kesehatan dan kekuatan hingga berakhirnya bencana non alam ini,” ungkap dia. (sobirin)



