Satu Komisioner KPU Samarinda dan Stafnya Dinyatakan Negatif Virus Corona

SAMARINDA – Satu Komisioner KPU Samarinda dan stafnya yang masuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie dinyatakan negatif virus corona. Dan keduanya dipulangkan pada Kamis (26/3), karena sudah tidak ada keluhan lagi.

“Alhamdulillah, hasilnya negative. Sehingga mereka sudah dibolehkan pulang. Menurut dokter, hasil tes swab menunjukkan dua orang PDP dari klaster KPU negatif corona. Hasilnya negatif semua,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Samarinda Firman Hidayat, Kamis (26/3).

Namun, kata dia, mereka harus tetap beristirahat di rumah hingga ada keputusan dari pemerintah mengenai aktivitas di kantor.

“Kalau mengacu pengumuman pemerintah,  kita diharuskan melakukan aktifitas dari rumah saja. Jadi kami masih  menunggu keputusan pemerintah,” katanya.

Sejauh ini, menurut dia, KPU Kota Samarinda menerapkan Work From Home (WFH) hingga 31 Maret 2020. Tujuannya, untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

“Sampai tanggal 31 Maret. Kecuali ada yang penting, dan harus ke kantor, baru ke kantor. Tapi sejauh ini semua WFH,” kata Firman Hidayat.

Meski menerapkan WFH, kata dia, seluruh komisioner dan staf KPU Samarinda harus mengaktifkan telepon selulernya selama jam kerja. “Sebab kalau ada arahan, harus selalu standby,” jelasnya.

Sementara itu untuk mencegah virus corona 19, pada Selasa (22/3) lalu, petugas PMI sudah melakukan penyemprotan disinfektan keseluruh ruangan di Kantor KPU Kota Samarinda.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Azis melalui telpon selulernya membenarkan hasil laboratorium dari Kemenkes terhadap dua orang warga Samarinda yang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum AW Syahranie Samarinda telah keluar. “Iya hasil laboratorium dari Kemenkes negatif,” kata Ishak. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker