Puskesmas dan Pemdes Muara Wis Kolaborasi Tangani Stunting

KUTAI KARTANEGARA –  Untuk mengurangi angka stunting, tidak hanya dengan membuat program penanggulangan stunting, namun dengan memastikan anak makan buah dan sayur sehat. Lalu, mencukupi asupan gizi sejak pembuahan sel telur hingga anak berusia 2 tahun, memberikan ASI eksklusif hingga bayi berumur 6 bulan. Dan, mengusahakan anak mendapatkan imunisasi lengkap.

Saat ini memang sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Yakni, masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan anak. Tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Karena itu, Pemerintah Kecamatan Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara mengambil langkah serius dalam menanggulangi stunting melalui program Kukar Idaman.

Camat Muara Wis, Fadhli Annur, mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan penanganan Stunting. Salah satunya berkerjasama dan berkolaborasi dengan Puskesmas Muara Wiss.

Melalui kerjasama ini,  Pemdes bisa melakukan semua kegiatan penangulangan stunting dengan melibatkan masyarakat melalui program posyandu. Nanti pemantauaan terhadap masyarakat yang terkena gizi buruk bisa dilakukan sedini mungkin.

Pemdes juga mengharapkan bantuan dari perusahaan terdekat untuk memudahkan proses penanganan di lapangan.

“Kami terus berupaya menangani masalah stunting di sini dengan cara melakukan Pendataan terhadap anak-anak secara konsisten untuk memastikan mereka yang terkena stunting,”kata Fadhli, Minggu (7/4/2024)

Sementara itu sebagai upaya tindakan bagi penderita Stunting , pihak kecamatan telah menerapkan dua metode penanganan. Metode pertama adalah pencegahan. Cara yang dilakukan dengan mendatangi rumah warga. Selanjutnya, penanganan juga dilakukan di posyandu desa.

Dia mengaku, dalam proses pendataan tersebut, terdapat 173 kasus stunting di wilayahnya. Upaya pencegahan dan penanganan stunting ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus di masa depan.

“Untuk mengurangi kasus ini, selain kami berikan asupan gizi, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat,” ucap Fadhli. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker