SAMARINDA – Kota Samarinda dinilai memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah. Namun, potensi tersebut dinilai belum digarap secara maksimal oleh pemerintah.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, mengatakan pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan mempromosikan destinasi yang ada. Menurutnya, pemerintah perlu hadir melalui pembangunan infrastruktur pendukung agar kawasan wisata benar-benar nyaman dikunjungi.
“Desa Pampang itu salah satu potensi wisata yang harusnya menjadi ciri khas atau tempat yang bisa dikunjungi. Cuma kan itu harus diolah dan dikelola, tidak bisa dibiarkan begitu saja,” katanya, Kamis (20/8/2026).
Ia menilai Desa Pampang membutuhkan pengelolaan yang lebih serius, termasuk infrastruktur pendukung dan promosi yang terarah agar potensi yang dimiliki dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Selain Desa Pampang, Andriansyah menyebut sejumlah lokasi lain yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata, salah satunya kawasan Brambai.
Ia juga menyoroti potensi kawasan ketinggian seperti Gunung Steling dan Gunung Mangga yang dapat menjadi lokasi untuk menikmati pemandangan Kota Samarinda dari ketinggian.
Menurutnya, pemerintah dapat memulai pengembangan dengan turun langsung melihat kondisi kawasan, kemudian membantu menyediakan infrastruktur seperti akses jalan dan lahan parkir.
“Yang saya maksud itu pemerintah hadir. Pertama kunjungan ke sana, melihat kondisinya seperti apa untuk bisa dikembangkan. Kedua, infrastrukturnya bantu. Misalnya jalan yang menuju ke sana kita permudah, mungkin ada lahan parkir yang harus kita siapkan,” jelasnya.
Ia menilai keberadaan destinasi wisata yang nyaman dan mudah diakses dapat mendorong masyarakat dari luar daerah untuk datang dan menghabiskan waktu di Samarinda.
Dengan demikian, sektor pariwisata tidak hanya menjadi bagian dari promosi kota, tetapi juga dapat mendorong perputaran ekonomi melalui kunjungan wisatawan, hotel, restoran, serta berbagai sektor usaha lainnya. “Artinya potensi-potensi alam yang ada itu kenapa sih tidak kita maksimalkan,” pungkasnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



