Polres Kukar ‘Bongkar’ Jaringan Narkoba 3 Kota di Kaltim

KUTAI KARTANEGARA – Tim Tiger Unit Narkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil ‘membongkar’ jaringan peredaran narkoba 3 kota besar di Kaltim. Aparat kepolisian berhasil mengamankan 5,6 Kg narkoba jenis sabu-sabu dari para pelaku. Yakni, SD (39), MY (29) dan MS (37). Ketiga pelaku diamankan terpisah di 3 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Yaitu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kota Samarinda dan Kota Bontang.

“Barang bukti yang diamankan dari pelaku terdiri dari 5 poket ukuran besar, 1 poket sedang dan 5 poket kecil. Jika dinominalkan mencapai Rp5 miliar lebih. Pelaku ini ditangkap d itempat terpisah,” ungkap Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Irwan Masulin Ginting, Jumat (16/4/2021).

Dia menyampaikan, pelaku pertama yang diamankan adalah SD di Tenggarong Seberang. Dengan barang bukti 1 Kg sabu.

“Setelah berhasil menangkap SD, kami langsung mengembangkan kasusnya ke Kota Samarinda dan Kota Bontang.  Di Samarinda, kami menangkap MY pemilik barang dan MS  yang berperan mengantarkan barang haram ke konsumen,” kata Irwan.

Menurut dia, dari tangan kedua pelaku, polisi hanya mendapatkan 5 poket kecil sabu dengan total berat 20 gram di sekitaran Jalan Suryanata, Samarinda.

“Tidak berhenti disini saja, petugas terus mengembangkan kasusnya. Dan berdasarkan pengakuan MY, polisi akhirnya mendapatkan barang bukti baru yang disimpan MY dirumahnya di Bontang. Petugas langsung menuju ke Bontang untuk mengambil barang bukti itu.  Kemudian membawa satu tas punggung berwarna hitam berisi 4 poker sabu,” jelas Irwan.

Dia menyampaikan bahwa saat ini proses masih terus dilakukan Polres Kukar. Dugaan sementara, asal barang berasal dari luar negeri. Ketiganya terlibat jaringan internasional. Sementara pemilik barang atau pelaku utama masih dalam penyelidikan dan identitas pelaku sudah dikantongi.

“Ini akan dikembangkan terus, (dari pengakuan pelaku) rencana diedarkan di Samarinda, Kukar dan sekitarnya,” jelas Irwan.

Sementara itu pelaku MY  mengaku sudah dua kali terlibat kasus yang sama. Sebelumnya pelaku MY divonis 5 tahun penjara dan menjalani masa hukuman di Lapas Tenggarong.

Setelah bebas, MY mengaku sempat berkerja sebagai buruh bangunan. Namun karena Covid, banyak proyek berhenti. Akibatnya MY kembali menekuni pekerjaan berjualan narkoba.

“Jadi sekali antar sabu ke beberapa tempat di Samarinda dan Tenggarong saya mendapatkan upah Rp5 juta dari orang yang berada di luar daerah. Dari beberapa kali pengiriman ini yang paling besar dikirim. Uangnya untuk.biaya hidup sehari-hari. Apalagi sejak Covid saya tidak punya pekerjaan,” kata MY.

Akibat perbuatanya, para pelaku terancam melanggar pasal 114  ayat 2 Jo pasal 112 2 Jo Pasal 132  Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun hingga seumur hidup. (maman)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker