
SAMARINDA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjadi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 di Samarinda, Kalimantan Timur. Selain menutup TMMD, Panglima TNI meninjau kesiapan tempat latihan tempur 3 Matra TNI di Desa Ambarawa Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Atraksi terjun payung 10 anggota TNI dari 3 Matra Angkatan Darat, Laut dan Udara menjadi hiburan bagi masyarakat Kota Samarinda, yang Kamis (8/8) pagi memadati halaman parkir Stadion Sempaja Samarinda.
Atraksi yang jarang sekali dilihat masyarakat Kota Samarinda ini membuat warga langsung memenuhi halaman parker. Bahkan menjadi tantangan bagi para penerjun, karena lokasi penerjunan sempit dan dipenuhi warga.
Terbukti, dari 10 penerjun yang diterjunkan menggunakan pesawat cassa 212 milik Angkatan Udara, hanya 8 penerjun yang berhasil turun di titik penerjunan. Sedangkan dua penerjun lainnya harus mencari titik penerjunan baru, akibat terbawa angin saat melakukan penerjunan.
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan sejumlah fasilitas umum yang dibangun prajurit TNI dikawasan Lok Bahu, Samarinda.
Panglima TNI menyaksikan sejumlah fasilitas fisik yang dibangun TNI bersama masyarakat. Diantaranya, pembangunan jalan sepanjang 1 km selebar 6 meter, pembangunan musholla, dan Poskamling. Selain itu juga ada renovasi rumah warga.
Sejumlah warga sempat mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI atas peran serta prajurit TNI dalam membuka kawasan mereka, agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebelumnya mereka harus memutar dan menempuh jalan sejauh 4 km. Tapi, kini dengan jalan yang ada, mereka hanya menempuh jarak 1 km.
“Alhamdulillah, dengan adanya jalan ini, Insya Allah perekonomian masyarakat di sini akan lancar. Hasil-hasil yang ada disini bisa terjual ke pasar, karena jalanya lancer,” ungkap salah satu warga Rapak Dalam Samarinda, Bambang.
Sementara itu, Panglima TNI Hadi Tjahyanto mengatakan bahwa TMMD merupakan bhakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral. Ini adalah upaya TNI membantu pemerintah untuk mempercepat pembangunan nasional.
“Dalam pelaksanaanya, TMMD telah membangun jalan sepanjang 24.391.653 meter, pembuatan tarup irigasi siring sepanjang 3.572.223 meter dan 7.480 meter jembatan serta 35.166 rumah direhabilitasi,” ungkap dia.
Selain itu, Panglima TNI menegaskan bahwa kedatanganya untuk melihat potensi yang cukup besar di Kaltim. Karena itu, dia meninjau lokasi strategis yang nanti akan dibangun pusat latihan tempur 3 Matra TNI di Desa Ambarawa Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
“Saya juga ingin melihat wilayah latihan tempur di wilayah Balikpapan. Sehingga kita combain kegiatan-kegiatan ini. Kemudian bapak Kasad juga menutup kegiatan TMMD di Lombok. Ini adalah kearifan lokal yang harus segera dilestarikan dan saya juga bangga mendapatkan gelar dari Sultan Kutai. Ini adalah amanah bagi saya untuk tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal,” kata dia.
Pada kesempatan itu, Panglima TNI menyempatkan diri memberikan kaki palsu kepada sejumlah warga Kota Samarinda.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 30 hari. Mulai tanggal 9 Juli sampai 8 Agustus 2019. Dalam kegiatan TMMD ini, sebanyak 150 anggota TNI dibantu warga membangun jalan sepanjang 1 km dengan lebar 7 meter dengan kondisi rawa-rawa. Selain itu, juga ada perbaikan langgar, musholla dan 2 Poskamling. (maman)



