SAMARINDA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan. DPRD mencatat, meski belum ada laporan kekurangan dapur, keluhan terkait kualitas makanan justru cukup banyak disampaikan masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menyebut persoalan utama saat ini bukan pada jumlah dapur, melainkan pada kualitas layanan yang diberikan kepada penerima manfaat. “Kalau untuk saat ini belum ada laporan kekurangan, tapi yang paling banyak itu justru keluhan terkait makanan dari MBG itu sendiri,” ujarnya, Kamis (23/4//2026)
Ia menilai kapasitas produksi yang besar, seperti memasak hingga 3.000 porsi per hari, membutuhkan kesiapan yang matang dari pihak penyedia. “Memasak untuk 3.000 orang dalam satu hari itu tidak gampang, harus benar-benar dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Celni menegaskan bahwa pihak yang mendapatkan tender seharusnya memiliki pengalaman di bidang katering, bukan sekadar memanfaatkan peluang proyek. “Kita berharap yang dapat tender ini benar-benar yang berkecimpung di dunia catering, bukan yang hanya sekadar ambil job,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga berencana memanggil Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan ulang terkait sekolah-sekolah yang membutuhkan program MBG. “Nanti kita akan panggil Dinas Pendidikan, kita data sekolah mana yang memang butuh dan mana yang belum terlaksana,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPRD juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta memfasilitasi perbaikan program agar tepat sasaran. “Kita akan sidak dan fasilitasi. Termasuk juga kemungkinan memanggil pemilik dapur MBG untuk evaluasi,” pungkasnya. (gs/ah/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



