
KUTAI KARTANEGARA – Olahraga zumba kini menjadi salah satu aktivitas paling digandrungi emak-emak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Perpaduan gerakan cepat, ritmis, dan penuh energi membuat olahraga ini mampu menguras keringat dalam waktu singkat, sehingga banyak ibu rumah tangga menjadikannya pilihan utama untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus menghilangkan kejenuhan setelah menjalani rutinitas harian. Fenomena meningkatnya peminat zumba ini turut diamati Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Kepala Dispora, Aji Ali Husni menyebut tren tersebut sebagai bukti kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik semakin tumbuh. Zumba tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif membuat tubuh berkeringat dan lebih bugar. “Zumba ini idola para emak-emak. Gerakannya asyik, cepat, dinamis, sangat menantang, sehingga keringat yang keluar benar-benar maksimal,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Untuk menjaga kualitas latihan, Aji Ali Husni menegaskan bahwa keberadaan instruktur profesional menjadi syarat utama dalam pelaksanaan zumba. Seseorang tidak dapat serta-merta memimpin kelas hanya karena menguasai gerakan, sebab dibutuhkan sertifikasi untuk menjamin keamanan teknik latihan. “Instruktur itu harus punya lisensi dan izin resmi. Meskipun seseorang paham gerakannya, dia tidak bisa memimpin kalau tidak terdaftar di asosiasi zumba nasional,” tegasnya.
Dia menilai bahwa dominasi kaum ibu dalam kegiatan zumba memberi pengaruh positif terhadap lingkungan keluarga. Tubuh bugar dan kondisi mental yang baik membuat ibu-ibu lebih bersemangat menjalankan aktivitas rumah tangga. Contohnya, bagaimana kesehatan perempuan berpengaruh pada suasana keluarga.
“Kalau ibu-ibunya sehat, segar, pikirannya fresh, tentu pelayanan rumah tangga lebih bagus melayani suami, mengurus anak, semuanya berjalan baik. Tapi kalau jarang olahraga, mudah sakit dan akhirnya berdampak ke keluarga,” jelasnya.
Tingginya antusiasme zumba membuat Dispora Kukar rutin memasukkan sesi ini dalam berbagai kegiatan olahraga, baik di pagi maupun sore hari. Bahkan pada event olahraga tantangan baru-baru ini, zumba digelar di area finis agar peserta dapat langsung berlatih bersama. “Setiap event pasti ada zumba. Bahkan beberapa peserta dari pelaku olahraga juga ikut turun zumba bersama ibu-ibu. Untuk meningkatkan partisipasi, doorprize dan hadiah juga rutin disediakan agar suasana lebih hidup dan peserta semakin banyak,” terangnya.
Aji Ali Husni menilai bahwa zumba memiliki dampak lebih dari sekadar olahraga. Aktivitas ini juga menggerakkan ekonomi kecil, memperkuat interaksi sosial, dan membuat masyarakat lebih aktif mengikuti agenda olahraga daerah. “Kami berharap setiap kegiatan membawa dampak ekonomi dan sosial. Dengan begitu, event olahraga yang dilakukan Dispora selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Kebutuhan olahraga pun semakin meningkat,” ungkapnya. (adv/pur/Dispora Kukar)



