SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser memastikan keterbatasan anggaran tidak akan mengurangi jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026. Penyesuaian hanya akan dilakukan terhadap nomor tanding dengan tetap mengacu pada cabang dan nomor yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON).
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya datang ke Samarinda untuk memastikan besaran dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dan, sekaligus menyamakan persepsi penyelenggaraan Porprov sebagai ajang olahraga terbesar di daerah.
“Kedatangan kami ke sini yang pertama untuk memastikan anggaran bantuan dari provinsi jumlahnya berapa dan bisa terealisasi atau tidak. Karena kami juga sudah menghitung kebutuhan pelaksanaan Porprov berdasarkan usulan 64 cabang olahraga dengan lebih dari seribu nomor tanding,” kata Kurniawan, Jumat (17/7/2026).
Dia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini mengharuskan panitia melakukan penyesuaian. Namun, langkah tersebut tidak diarahkan memangkas jumlah cabang olahraga, tetapi menyesuaikan nomor tanding agar selaras dengan kebijakan pembinaan olahraga nasional.
“Kalau kami berusaha tidak akan mengurangi cabang olahraga. Yang kemungkinan disesuaikan adalah nomor tanding karena acuannya harus mengarah ke nomor yang dipertandingkan di PON. Kalau di PON tidak dipertandingkan, untuk apa kita pertandingkan di Porprov,” ujarnya.
Menurut dia, keputusan tersebut menjadi bagian upaya menjaga kualitas penyelenggaraan sekaligus memastikan Porprov berjalan sukses, baik dari sisi pelaksanaan maupun administrasi. “Sebagai tuan rumah kami ingin sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses administrasi. Kami tidak ingin ada persoalan yang kemudian menjadi sorotan. Karena itu semua keputusan harus benar-benar dipertimbangkan dengan matang,” tegasnya. (nul)



