Diikuti 166 Atlet, IKASI Kaltim Gelar Open Tournament

SAMARINDA –  Untuk mengukur kemampuan dan mengevaluasi pembinaan atlet sebelum bertarung di sejumlah ajang kompetisi, seperti Porprov VIII Kaltim 2026 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Open Tournament Anggar Kaltim 2026.

Kejuaraan tersebut berlangsung 24–25 Oktober di Gedung Anggar, kawasan Polder Air Hitam, Samarinda. Sebanyak 166 atlet mengikuti kejuaraan tersebut. Didominasi atlet asal Kaltim. Ditambah lima atlet dari Kalimantan Selatan (Kalsel) dansatu atlet dari Palu, Sulawesi Tengah.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) IKASI Kaltim, Andi Muhammad Abdi, mengatakan, kejuaraan itu membatasi usia peserta, maksimal 35 tahun. Sekaligus membuka ruang persaingan bagi atlet dari kelompok usia berbeda. Termasuk kadet dan junior. “Sengaja dilibatkan semua kompok usia dibawah 35 tahun supaya persaingannya bagus,” ujar Andi Muhammad Abdi di Gedung Anggar, Samarinda, Minggu (25/10/2026).

Ia menyebut, kejuaraan selama dua hari itu merupakan bagian dari upaya mempersiapkan atlet menghadapi agenda kompetisi berikutnya. Hasil pertandingan menjadi bahan evaluasi, untuk melihat perkembangan kemampuan atlet dan menentukan potensi yang dapat dipersiapkan menuju level lebih tinggi. “Termasuk peserta Porprov boleh ikut, dari kadet dan junior bisa bermain di Open Tournament,” lanjutnya.

Persiapan anggar Kaltim tidak berhenti di turnamen ini, kata dia, pihaknya sedang mengarahkan pembinaan menghadapi Porprov dan Babak Kualifikasi (BK) PON 2027. Sekaligus mematangkan kekuatan tim menuju PON 2028 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jakarta.

Abdi mengingatkan, pembinaan atlet membutuhkan proses panjang, yang ditopang konsistensi program dan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, kejuaraan menjadi salah satu sarana penting menjaga kesinambungan pembinaan. Sekaligus memastikan atlet memiliki pengalaman bertanding.

“Proses pembinaan ini tidak berjalan hanya dengan satu hari, tidak melalui proses instan, tetapi melalui proses yang berencana, konsisten dan membutuhkan sekali kolaborasi yang tinggi dari kita semua,” terangnya.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading turut mengapresiasi IKASI Kaltim yang tetap menggelar kompetisi di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Keberadaan kejuaraan merupakan bagian penting dari tanggung jawab organisasi olahraga menjaga perkembangan atlet.

“Kejuaraan seperti ini perlu diapresiasi sebesar-besarnya. Walaupun dalam kondisi keuangan kita saat ini masih efisiensi, cabang olahraga anggar masih mampu melaksanakan open tournament. Inilah yang kita harapkan,” kata Rasman.

Ia menilai, organisasi olahraga perlu menyesuaikan skala kegiatan dengan ketersediaan anggaran, tanpa menghilangkan substansi pembinaan. Kejuaraan tidak harus digelar secara mewah, tetapi tetap perlu memberikan ruang bagi atlet yang telah menjalani latihan sejak usia dini, untuk menguji kemampuan mereka dalam pertandingan.

“Pintar-pintarlah cabang olahraga menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Tidak harus wah. Tetapi substansi dari kejuaraan itu ada. Sehingga atlet-atlet yang sudah melakukan pembinaan dari usia dini, pembinaan yang terus-menerus oleh masing-masing pengcab atau klub, bisa tersalurkan dengan kejuaraan seperti ini,” jelasnya.

Rasman mendorong Pengcab IKASI di kabupaten dan kota lebih aktif menyelenggarakan kompetisi. Baik di tingkat klub maupun pelajar. Pembinaan akan lebih efektif apabila atlet mendapatkan kesempatan bertanding secara rutin. Bukan hanya mengandalkan kejuaraan yang digelar pengurus tingkat provinsi.

“Jangan hanya berharap provinsi yang melaksanakan kejuaraan. Pengcab-Pengcab juga harus melaksanakan kejuaraan di tingkat klub atau pelajar. Bagaimana mungkin atlet berkembang kalau kesempatan bertandingnya terbatas?” tegasnya.

Selain memperkuat frekuensi kompetisi, Rasman meminta Pengprov IKASI Kaltim mengevaluasi hasil anggar pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024. Setelah meraih medali emas pada PON Jawa Barat 2016 dan PON Papua 2021, anggar Kaltim mengalami penurunan prestasi pada PON 2024 dengan raihan medali perak dan perunggu.

Ia menilai hasil tersebut perlu dijadikan bahan introspeksi memperbaiki sistem pembinaan. Termasuk mengevaluasi kebutuhan pelatih dan meningkatkan pendampingan terhadap atlet. Fasilitas Gedung Anggar dan penambahan peralatan yang telah dibantu pada 2025 perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung peningkatan prestasi.

“Kita berharap anggar ini kembali jaya seperti dua PON sebelumnya, bahkan tiga PON sebelumnya. Hasil 2024 harus menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi Pengprov, termasuk melihat apakah pelatih perlu ditambah atau membutuhkan pelatih yang lebih mumpuni untuk mengayomi atlet,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Hendra Radinal Ary, menilai pengalaman pada sejumlah edisi PON menjadi modal penting bagi anggar Kaltim untuk kembali bersaing. Kontingen cabang olahraga anggar cukup disegani di kancah nasional dengan torehan prestasi yang pernah diukir.

“Anggar pernah menyumbangkan medali emas pada PON Jawa Barat 2016 dan PON Papua 2021 sebelum mengalami penurunan hasil pada PON Aceh–Sumatera Utara 2024,” paparnya.

Menurut Hendra, hasil pada PON terakhir tidak seharusnya melemahkan semangat atlet. Sebaliknya, kondisi itu perlu menjadi dorongan memperbaiki persiapan dan memanfaatkan setiap kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan.

Ia menilai, pelaksanaan Open Tournament Anggar Kaltim 2026 juga penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Desember 2026. Selain itu, hasil pertandingan dapat menjadi salah satu bahan pemetaan kekuatan atlet dan daerah menjelang Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser.

“Saya sangat berharap materi-materi yang hari ini terpresentasikan. Kemudian terverifikasi dan terseleksi. Bisa disiapkan untuk event-event ke depan,” kata Hendra.

Ia optimistis rangkaian kompetisi dan evaluasi yang berkelanjutan dapat membantu anggar Kaltim membangun kembali prestasinya. Dengan dukungan pembinaan yang konsisten, kesempatan bertanding akan lebih luas dan persiapannya terarah. “Kita harapkan atlet mampu bersaing pada agenda tingkat daerah hingga nasional,” tandasnya. (nul)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker