
SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menyoroti aksi peremanisme oleh oknum yang menguasai beberapa ruas jalan. Sorotan itu terungkap saat Komisi II DPRD Samarinda melakukan hearing dengan Perumda Varia Niaga di Gedung DPRD Samarinda, Rabu (21/9/2022). Salah satunya membahas masalah parkir dengan pembayaran non tunai.
“Saat hearing tadi, kita meminta pemerinta tidak takut dengan aksi premanisme. Kan, pemerintah yang membuat aturan. Kenapa mereka harus takut. Ya, kalau memang perlu perlindungan, ada pihak dari kepolisian, yang akan melindungan pemerintah dalam melaksanakan tugasnya,” ungkap Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi, kemarin.
Sementara itu, kata dia, dewan juga menyoroti persoalan pengelolaan parkir non tunai di 3 ruang jalan yang menjadi percontohan. Yakni, diantaranya Jalan KH Khalid, Jalan Diponegoro dan Jalan Panglima Batur.
“Kami banyak terima laporan dari masyarakat, kalau kinerja juru parkir tidak maksimal menjalankan pembayaran parkir non tunai menggunakan mesin edisi buatan Perumda Varia Niaga,” ungkap dia. (ADV)



