

KUTAI KARTANEGARA – Jika pernah mengunjungi kawasan Danau Melintang, pasti tahu bahwa ada desa tidak memiliki jalan. Desa ini berada tepat ditengah-tengah Danau Melintang Kecamatan Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara. Wilayahnya dikelilingi kawasan perairan. Namanya Desa Muara Enggelam.
Karakter unik ini menjadikan Desa Muara Enggelam menjadi salah satu destinasi menarik yang wajib masuk daftar objek wisata untuk dikunjungi. Desa ini menawarkan panorama luar biasa dan kehidupan sehari-hari yang terjalin dalam harmoni dengan kondisi geografisnya yang menegangkan.
Daerah yang terkenal memiliki gapura anti angin kencang ini pun terkenal hingga ke Jakarta bahkan meraih juara ke 3 dalam festival gapura cinta negeri Indonesia pada tahun 2019. Desa Muara Enggelam pun semakin terkenal dan saat ini mengalami kemajuan ekonomi yang pesat. Kemajuan ekonomi ini antara lain berkat pengelolaan sumber daya alam yang efektif.
Kepala Desa Muara Enggelam, Madi, mengungkapkan bahwa saat ini perputaran ekonomi desa kini mengandalkan penghasilan dari perikanan dan budidaya walet. “Setiap hari, pengepul datang untuk mengambil hasil tangkapan ikan yang kemudian diolah menjadi produk ikan asin dan dikirim ke berbagai wilayah,” kata Madi, Selasa (26/4/2024).
Saat ini produk-produk ini sudah mencapai pasar di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan bahkan sampai ke pulau Jawa.
Madi menambahkan bahwa pembudidayaan walet telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi desa. “Ada sekitar ratusan rumah walet yang telah dibangun, yang sangat berpengaruh bagi kesejahteraan dan ekonomi lokal,” jelasnya.
Dia selalu menekankan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk keberlanjutan masyarakat desa. Pemerintah Desa Muara Enggelam berkomitmen untuk terus mengelola sumber daya alam dengan bijak. “Menjaga ekosistem alam adalah penting untuk keberlangsungan hidup kita,” tegas Madi. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)



