

KUTAI KARTANEGARA – Putra dan Putri pariwisata atau Teruna Daya diharapkan mampu memberikan konstribusi nyata bagi pengembangan sektor Pariwista di Kutai Kartanegara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan kerjasama dengan berbagai lapisan masyarakat dalam rangka pelestarian dan promosi wisata daerah yang bertujuan agar masyarakat mencintai, menjaga dan menjadikan objek wisata daerah sebagai bagian penting dari kehidupannya serta menjaga nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
Salah satu misi Kabupaten Kukar yang dicanangkan Bupati hingga menjadi acuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 202, berbunyi memperkuat pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan begitu, upaya pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata dibutuhkan langkah-langkah strategis dan berkesinambungan.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menghadiri Grand Final Pemilihan Teruna Dara, Duta Wisata dan Putri Pariwisata 2024, di Gedung Putri Karang Melenu (PKM). Dia mengatakan bahwa Teruna Dara 2024 dihaapkan mampu berkontribusi nyata untuk masyarakat Kukar, utamanya dalam memberi informasi destinasi wisata, sekaligus mengedukasi perkembangan ekonomi kreatif (Ekraf). “Semoga ajang ini mampu menciptakan kompetisi pemilihan yang profesional,” kata Edi Damansyah, Sabtu (15/6/2024).
Dia ingin keberadaan Teruna Dara, Duta Wisata dan Putri Pariwisata tidak hanya memahami soal promosi pariwisata, tetapi dapat mengembangkan pola pikir tentang peningkatan Ekraf, serta kebudayaan Kukar.
Edi juga menginginkan ada bukti nyata, khususnya dari para peserta yang menyandang gelar sebagai Teruna Dara, Duta Wisata dan Putri Pariwisata. Para pemenang harus berani berbaur dengan masyarakat, bukan sekadar menjadi duta yang eksklusif saja.
Dia mau ada program kerja dan tujuan jelas setelah terpilih dengan status baru yang sudah disandang. Harapannya, program-program yang dibuat dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan masyarakat Kukar.
“Bisa bekerja sama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Sehingga Pokdarwis di kecamatan dan desa bisa menjadi agen wisata bagi pengunjung yang datang ke Kukar,” sebut Edi Damansyah.
Edi juga meminta Dinas Pariwisata (Dispar) untuk segera mengaktifkan kembali Jam Bentong sebagai pusat informasi data wisata. Pengoperasian ini bisa melibatkan Duta Wisata dan Putri Pariwisata. Ia mau ada kolaborasi, untuk memikirkan agar Jam Bentong menjadi salah satu tujuan masyarakat ketika datang ke Kota Raja Tenggarong.
Dengan demikian, ajang pemilihan ini tak hanya menjadi agenda tahunan saja, tapi memberikan dampak signifikan dengan hasil yang memuaskan.
“Berikan kontribusi positif usai pemilihan ini. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu pengembangan pariwisata dan Ekraf di Kukar,” jelas Edi Damansyah.
Seleksi pemilihan teruna dan dara duta wisata ini juga menjadi bagian upaya Pemkab untuk mendorong tumbuhnya para pemuda yang memiliki jiwa kepedulian untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif daerahnya, yang menunjukkan semangat dalam mengembangkan potensi diri, menggagas ide dan melakukan terobosan. Tentunya untuk mendukubg hal tersebut, Pemkab Kukar melalui Dinas Pariwisata bekerja sama dengan DPC Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWI) Kukar melaksanakan seleksi Pemilihan teruna dara Kukar 2024. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)



