
SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Samarinda Ahmad Vanandza secara tegas menolak rencana Pemkot Samarinda membongkar dan pemindahan kuburan muslimin Jalan KH Abul Hasan.
“Intinya saya dan keluarga besar yang lahir di Jalan Pulau Kalimantan Samarinda menolak keras pemindahan kuburan tersebut,” kata Ahmad Vananzda, Jumat (24/1).
Ahmad Vananzda, mengatakan keluarga besarnya mulai dari ayah, nenek dan buyutnya dimakamkan di kuburan yang letaknya persis di belakang gedung IAIN Samarinda.
“Karena mulai dua nenek dari abah dan dari mama lalu abah paman julak sepupu ponakan dan keluarga besar kami warga asli Samarinda, semua dimakamkan di sana,” katanya.
Dia mengatakan hasil konsultasi dengan masarakat sekitar Samarinda Kota, Samarinda Ilir, Sambutan menyatakan keberatan pemindahan makam itu.
“Kalau bicara mau dijadikan tempat wisata religius, kan selama ini sudah jadi wisata relegius dengan kedatangan orang yang ziarah sekaligus jadi tempat silaturahmi, khususnya masyarakat yang tinggal disekitar perkotaan,” ungkapnya.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten 1 Pemkot Samarinda, menyebutkan bahwa Pemkot Samarinda akan melakukan pemindahan makam di Jalan KH Abul Hasan, untuk ditata dijadikan tempat wisata religi.
Ahmad Vananzda menegaskan sebaiknya Pemkot Samarinda mengurungkan niatnya memindahkan kuburan muslimin Jalan KH Abul Hasan.
“Sebaiknya Pemkot mencari tempat lain. Kalau memang hal itu tetap dilakukan, maka kami siap melakukan aksi demo penolakan. Kami dukung jika pemkot memindahkan banjir di Samarinda ke Sungai Mahakam itu baru oke,” pungkasnya. (khifdus/advetorial)



