
KUKAR – Tenggarong bakal menjadi pusat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Sebanyak 12 arena perlombaan telah ditetapkan untuk mengakomodasi sekitar 1.200 peserta dan ofisial dari 10 kabupaten dan kota.
Kesiapan penyelenggaraan MTQH yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 12 Desember 2026 itu kini telah mencapai lebih dari 80 persen. Berbagai persiapan terus dilakukan. Mulai dari penataan lokasi pertandingan, akomodasi peserta, hingga pemenuhan fasilitas penunjang.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar, Sunggono, mengatakan, penetapan arena dilakukan untuk memastikan seluruh cabang perlombaan dapat berjalan optimal. MTQH tingkat provinsi tersebut diperkirakan diikuti sekitar 1.200 peserta dan ofisial yang berasal dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim.
“Seluruh arena sudah kami persiapkan sesuai dengan cabang perlombaan yang akan dilaksanakan. Kami ingin memastikan peserta dapat mengikuti lomba dengan nyaman dan maksimal,” kata Sunggono pada gosamarinda.com di Kantor Bupati Kukar, Kamis (5/11/2026).
Sebanyak 12 arena yang telah ditetapkan meliputi Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar sebagai arena utama. Gedung Sekretariat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar menjadi lokasi cabang Tartil Al-Qur’an. Sedangkan Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar Gedung B digunakan untuk cabang Qira’at Al-Qur’an.
Selanjutnya, Gedung Bappeda Kukar lantai satu dan dua menjadi arena cabang Hafalan Al-Qur’an atau Tahfidz. Aula BPKAD Kukar digunakan untuk cabang Fahm Al-Qur’an, sementara Gedung Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar menjadi lokasi cabang Syarh Al-Qur’an.
Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar disiapkan untuk cabang Khat Al-Qur’an atau Kaligrafi. Kemudian, Gedung Dispora Kukar menjadi arena Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Sementara itu, Masjid Agung Sultan Sulaiman menjadi lokasi cabang Hafalan Hadis Nabi, Masjid KH Muhammad Sadjid untuk Tafsir Al-Qur’an, serta Masjid Al-Anshor menjadi arena Tilawah kategori Tartil dan Qira’at Murattal. Dan, Gedung PKM Pusat difungsikan sebagai pusat koordinasi teknis lapangan sekaligus arena cadangan apabila diperlukan.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan pengecekan seluruh fasilitas di 12 arena tersebut, untuk memastikan kesiapan sebelum digunakan. “Kami sudah cek semua fasilitas di 12 arena perlombaan ini dan memastikan semuanya sudah siap untuk digunakan,” ucapnya.
Selain arena perlombaan, kata dia, Pemkab Kukar juga melakukan pengaturan akomodasi bagi peserta dan dewan hakim. Dewan hakim akan ditempatkan di Hotel Grand Elty Singgasana dan Hotel Grand Fatma. Sedangkan kafilah tuan rumah Kukar akan menempati Wisma PKK dan Sekretariat Kwarcab Pramuka Kukar. Adapun kafilah dari sembilan kabupaten dan kota lainnya akan diarahkan ke sejumlah hotel dan homestay yang tersebar di Tenggarong.
“Kami turut memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk pasokan listrik dari PLN, layanan kesehatan, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya,” katanya.
Ia berharap, seluruh persiapan yang dilakukan dapat memberikan kenyamanan bagi peserta sekaligus membawa kesan positif bagi daerah yang menjadi tuan rumah. “Kami akan berikan pelayanan terbaik dan menjadi tuan rumah yang ramah, hangat, serta berkesan bagi seluruh kafilah Bumi Etam,” pungkasnya. (adv/ki/Diskominfo Kukar)
Editor : Abdul Rahman



