SAMARINDA – Perbaikan infrastruktur lingkungan hingga penguatan ekonomi masyarakat menjadi sejumlah aspirasi yang dihimpun Anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PDIP, Iswandi, saat menggelar reses awal Oktober lalu. Reses tersebut dirangkai dengan kegiatan jalan sehat di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan kebutuhan yang mereka hadapi sehari-hari. Sejumlah usulan berasal dari warga RT 11 di kawasan Gang Srikaya. Mulai dari jalan lingkungan yang rusak, drainase yang perlu dibenahi, hingga peningkatan pelayanan kebersihan dan air bersih.
“Reses ini bukan sekadar kegiatan bertemu warga, tetapi juga kesempatan untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan harus dicatat dan dilihat mana yang perlu menjadi prioritas untuk diperjuangkan,” ujar Iswandi saat diwawancarai di Gedung DPRD Samarinda, Jumat (9/10/2026)
Salah satu persoalan yang disampaikan warga adalah kondisi jalan lingkungan di Gang Srikaya V yang mengalami kerusakan dan berlubang. Perbaikan jalan dinilai penting, karena menjadi akses yang digunakan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut Iswandi, kondisi infrastruktur di lingkungan permukiman perlu mendapat perhatian karena berhubungan langsung dengan kenyamanan warga. “Jalan lingkungan mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya dirasakan setiap hari. Kalau kondisinya rusak dan berlubang, tentu perlu ada perhatian agar akses masyarakat lebih nyaman dan aman,” katanya.
Selain jalan, warga Gang Srikaya VI mengusulkan perbaikan drainase untuk mengantisipasi genangan ketika hujan. Saluran air yang berfungsi dengan baik diperlukan agar air dapat mengalir lancar dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan permukiman.
“Penanganan drainase juga tidak kalah penting. Kita ingin saluran air di lingkungan warga berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga persoalan genangan bisa diminimalkan. Tentu kondisi di lapangan perlu dilihat agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan,” tutur Iswandi.
Persoalan penerangan jalan turut menjadi perhatian warga. Mereka meminta penambahan lampu di sejumlah titik Gang Srikaya V, VI, dan VII. Penerangan yang memadai diharapkan membuat lingkungan lebih nyaman, terutama bagi warga yang beraktivitas atau melintas pada malam hari.
“Penerangan jalan berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan lingkungan. Titik-titik yang masih membutuhkan lampu perlu menjadi perhatian, sehingga warga tidak merasa kesulitan ketika melintas pada malam hari,” ucapnya.
Di bidang kebersihan, masyarakat mengharapkan peningkatan pengangkutan sampah serta fasilitas pendukung kebersihan di beberapa titik Gang Srikaya, khususnya RT 11. Warga juga menyampaikan kebutuhan peningkatan layanan air bersih di Gang Srikaya VII, yang merupakan bagian penting dari pelayanan dasar masyarakat.
“Pelayanan dasar seperti kebersihan dan air bersih harus ikut diperhatikan. Kita perlu melihat bagaimana pelayanan yang berjalan saat ini dan apa yang masih menjadi kendala warga, supaya usulan yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan saja,” kata Iswandi.
Warga RT 11 juga mengusulkan penambahan fasilitas umum untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, mengadakan kegiatan bersama, serta memperkuat interaksi sosial di lingkungan tempat tinggal.
Selain kebutuhan fisik, aspirasi masyarakat menyentuh sektor ekonomi melalui usulan program pemberdayaan UMKM bagi warga Gang Srikaya. Dukungan tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, serta membuka peluang ekonomi di tingkat lingkungan.
“Pemberdayaan UMKM juga penting karena masyarakat tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Program yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan warga dan bisa membantu usaha mereka berkembang,” jelasnya.
Iswandi menegaskan, berbagai aspirasi yang dihimpun melalui reses akan menjadi bahan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai kewenangan DPRD serta mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah. Penyampaian aspirasi secara langsung membantu memperjelas persoalan yang perlu ditangani berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Kita tampung semua aspirasi yang disampaikan warga. Selanjutnya, kita lihat mekanisme dan skala prioritasnya agar kebutuhan yang paling mendesak bisa diperjuangkan. Harapannya, reses ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial,” tutup Iswandi. (Adv)
Penulis: Annisa Hidayah



