Siswa SMK Medika Khatamkan Al-Qur’an di Mall

SAMARINDA – Suasana pusat perbelanjaan Samarinda Square Mall Selasa (11/8/2026), yang biasanya dipenuhi aktivitas masyarakat berubah menjadi ruang penuh kekhusyukan. Sebanyak 18 siswa SMK Medika Samarinda mengikuti khataman Al-Qur’an.

Mereka duduk mengikuti rangkaian khataman, membawa pesan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat tumbuh dan hadir di tengah kehidupan generasi muda, bahkan di ruang publik. Para siswa tersebut merupakan hasil seleksi dari 40 siswa yang mengikuti pembinaan dan proses persiapan khataman Al-Qur’an.

Kepala SMK Medika Samarinda, Mus Mulyadi, mengatakan khataman kali ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun karakter siswa, tidak hanya melalui pendidikan akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga melalui pembinaan keagamaan.

“Dari 40 siswa yang mengikuti proses pembinaan, kami melakukan seleksi dan terpilih 18 siswa untuk mengikuti khataman Al-Qur’an. Ini merupakan khataman yang kedua bagi mereka,” ujar Mus Mulyadi.

Menurutnya, pemilihan Samarinda Square Mall sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Sekolah ingin menunjukkan bahwa kegiatan positif dan bernilai keagamaan dapat dilakukan di ruang publik.

“Kami ingin anak-anak memiliki keberanian untuk menunjukkan kecintaannya terhadap Al-Qur’an. Mall bukan hanya tempat untuk berbelanja, tetapi juga bisa menjadi tempat menghadirkan kegiatan yang memberikan nilai edukasi dan dakwah,” jelasnya.

Mus Mulyadi berharap khataman tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, para siswa diharapkan terus membaca Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Yang paling penting bukan hanya khatam, tetapi bagaimana setelah khatam mereka tetap dekat dengan Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI Kaltim, K.H. Ahsanur Ahmad, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar SMK Medika Samarinda tersebut. Kegiatan khataman yang melibatkan generasi muda merupakan langkah penting dalam membangun karakter di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Ia menilai, Al-Qur’an tidak boleh hanya dibaca ketika berada di lingkungan masjid, sekolah atau rumah. Nilai-nilai Al-Qur’an harus dibawa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Khataman Al-Qur’an jangan dimaknai hanya sebagai tanda bahwa kita telah selesai membaca Al-Qur’an. Yang lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an itu membentuk akhlak dan perilaku kita,” ujar Ahsanur Ahmad.

Ia juga mengapresiasi keberanian sekolah membawa kegiatan keagamaan ke ruang publik. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi pesan dakwah yang sederhana namun kuat kepada masyarakat.

“Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk menunjukkan bahwa mereka bisa berprestasi dan berkembang, tetapi tetap dekat dengan Al-Qur’an,” tuturnya.

Kegiatan khataman di Samarinda Square Mall tersebut pun menjadi momen yang tidak hanya bermakna bagi 18 siswa, tetapi juga bagi sekolah dan masyarakat yang menyaksikannya. Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, lantunan ayat suci menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya diukur dari kecakapan akademik dan keterampilan, tetapi juga dari seberapa kuat generasi muda memiliki akhlak dan nilai spiritual. (dul)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker