SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda memastikan akan menindaklanjuti upaya sinergi Pemerintah Kota Samarinda dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam penanganan banjir yang kerap melanda kawasan Bengkuring. Langkah tersebut dinilai penting mengingat persoalan banjir tidak hanya dipengaruhi kondisi di Samarinda, tetapi juga limpasan air dari wilayah perbatasan.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai perkembangan koordinasi lintas daerah yang sebelumnya diwacanakan untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Sejauh ini di DPR kita belum dapat. Mungkin dari dinas sudah komunikasi, tapi kita belum tahu. Di DPR kita belum ada,” ujar Arie.
Ia menjelaskan, koordinasi antarpemerintah daerah memang menjadi hal yang penting mengingat penanganan banjir di Bengkuring tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara Samarinda dan Kukar agar penanganan kawasan hulu hingga hilir berjalan seiring.
Meski belum memperoleh laporan resmi, Komisi III DPRD Samarinda memastikan akan meminta penjelasan terkait perkembangan komunikasi yang tercetus 28 januari 2025 saat terjadi banjir di bengkuring itu kepada pihak terkait. “Akan kita follow up kaitan dengan sinergi antara Kukar sama Samarinda,” katanya.
Menurut Arie, DPRD akan terus mengawal berbagai upaya pengendalian banjir, termasuk memastikan adanya koordinasi lintas wilayah apabila persoalan yang dihadapi berkaitan dengan daerah administratif lain.
“Nanti akan kita tindak lanjuti agar kita juga mengetahui sejauh mana perkembangan koordinasi tersebut dan apa langkah yang akan dilakukan ke depan,” pungkasnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



