Probebaya Percepat Pembangunan Berbasis Masyarakat

SAMARINDA – Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) menjadi salah satu pendekatan yang dinilai publik Kota Samarinda mampu mempercepat pembangunan di tingkat lingkungan. Melalui skema yang melibatkan masyarakat hingga tingkat Rukun Tetangga (RT), program tersebut dianggap mampu memangkas rantai birokrasi sehingga kebutuhan warga dapat lebih cepat direspons pemerintah.

Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda Ahmad Vananzda menyebut, secara konsep Probebaya merupakan bentuk pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Menurutnya, pendekatan tersebut memiliki irisan dengan gagasan pembangunan berbasis kerakyatan yang selama ini dikenal dalam semangat Trisakti Bung Karno.

“Kalau kita melihat konsepnya, sebenarnya Probebaya ini memiliki irisan dengan pembangunan berbasis kerakyatan. Dalam Trisakti Bung Karno juga semangatnya seperti itu, masyarakat menjadi pelaku pembangunan, bukan hanya penerima manfaat,” kata Ahmad Vananzda, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, konsep tersebut dinilai tepat karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam menentukan kebutuhan pembangunan di lingkungannya masing-masing. Dengan begitu, program yang dijalankan pemerintah akan lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan riil warga.

“Secara garis besar, ini bagus karena masyarakat langsung berhadapan dengan programnya. Jadi kebutuhan di lingkungan bisa lebih cepat direspons dibanding harus melalui birokrasi yang panjang,” ujarnya.

Menurut legislator PDI Perjuangan itu, pembangunan berbasis komunitas juga mampu memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat. Warga tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi ikut berperan dalam proses perencanaan sehingga hasil yang dicapai lebih tepat sasaran.

“Yang paling penting adalah masyarakat bisa merasakan langsung hasil pembangunannya. Itu yang menjadi nilai lebih dari pendekatan seperti Probebaya,” tuturnya.

Meski demikian, Vananzda mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh konsep yang baik, tetapi juga konsistensi pelaksanaannya di lapangan. Ia berharap program tersebut terus dijalankan dengan mengedepankan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Kalau implementasinya dijaga dengan baik, saya kira program seperti ini akan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Intinya pembangunan harus benar-benar berangkat dari kebutuhan warga,” pungkasnya. (ah/gs/adv)

Penulis: Annisa Hidayah

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker