
SAMARINDA – Isu Kota Layak Anak menjadi sorotan utama dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Samarinda oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD. Salah satu indikator krusial yang diuji adalah kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) yang menjadi bagian dari penilaian tersebut.
Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim, menyampaikan bahwa indikator Kota Layak Anak merupakan turunan penting dari konsep Kota Layak Huni. Karena itu, keakuratan data yang disajikan dalam LKPJ harus benar-benar diuji, terutama yang berkaitan dengan administrasi kependudukan.
“Di dalam Kota Layak Anak itu ada indikator kepemilikan identitas anak. Nah, ini yang kita dalami bersama Disdukcapil, apakah angka yang disampaikan itu benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Dalam laporan yang dipaparkan, capaian indikator terkait disebut cukup tinggi, bahkan diklaim melampaui rata-rata nasional. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih rinci, Pansus menemukan bahwa realisasi di lapangan belum sepenuhnya sesuai dengan gambaran tersebut.
“Secara umum angkanya terlihat tinggi, tapi ketika kita lihat lebih detail, ternyata kepemilikan KIA itu masih di kisaran 70 persen. Artinya belum menyeluruh,” jelasnya.
Temuan ini dinilai penting karena menunjukkan adanya kemungkinan perbedaan antara data agregat yang ditampilkan dengan kondisi riil di masyarakat. Pansus pun menilai perlu ada pendalaman lebih lanjut untuk memastikan validitas indikator yang digunakan dalam LKPJ.
Menurut Abdul Rohim, pihaknya tidak ingin hanya terpaku pada angka capaian yang terlihat baik di atas kertas, tanpa memahami apa yang sebenarnya direpresentasikan oleh data tersebut.
“Kami ingin memastikan, angka-angka ini betul-betul menggambarkan capaian yang substansial, bukan sekadar angka statistik,” tegasnya.
Saat ini, proses pembahasan masih berada pada tahap verifikasi dan klarifikasi. Pansus akan terus menggali data dari OPD terkait serta melakukan peninjauan lapangan sebelum menarik kesimpulan akhir.
“Kesimpulan belum bisa diambil sekarang. Semua masih berproses. Nanti di akhir masa kerja pansus baru kita rumuskan hasilnya,” ungkapnya. (gs/ah/ADV)
Penulis: Annisa Hidayah



