

KUTAI KARTANEGARA – Di tengah gemuruh ombak pembangunan, Kecamatan Anggana dan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara menyambut era baru dengan pembukaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang siap menggebrak pasar.
Sektor perikanan merupakan salah satu potensi yang luar biasa TPI diharapkan mampu mengangkat derajat nelayan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami yakin pembangunan TPI akan menjadi katalisator untuk pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah dan memacu ekonomi lokal,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara Muslik, Senin (1/4/2024).
Muslik mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui program Kukar Idaman berkomitmen membantu masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka dengan merealisasikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di empat lokasi.
Dengan keberadaan TPI ini diharapkan para nelayan di wilayah Kukar tidak kesulitan lagi untuk memasarkan hasil tangkapan mereka, khususnya nelayan yang berasal dari Kota Bangun, Anggana dan Samboja, yang masih berproses adalah di Muara Badak.
“Untuk yang di Anggana dan Samboja sudah direalisasikan dan sebentar lagi akan diresmikan oleh Bupati,” kata Muslik.
Menurut dia, TPI Anggana dan Samboja sudah di bangun sejak tahun 2023, Keberadaan TPI diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk menggerakkan dan meningkatkan usaha nelayan.
“Dengan adanya TPI membantu memasarkan hasil tangkapan ikan. Untuk di kecamatan Samboja tahun 2024 ini akan dilengkapi, begitu juga dengan di kecamatan Anggana. Selain di dua kecamatan tersebut juga ada juga perbaikan dan peningkatan sarana prasarana bangunan TPI di Kecamatan Kota Bangun,” jelasnya.
Muslik berharap dengan beroperasinya tiga TPI ini maka bisa meningkatkan PAD khususnya sector perekonomian para nelayan. Walaupun bertahap nantinya, tapi bagaimana membiasakan para nelayan untuk melaksanakan bongkar muat di TPI yang ada.
“Yang pasti kita fasilitasi dulu TPI nya dan bagaimana nanti tindak lanjut, semoga nelayan bisa membiasakan untuk fungsi maksimal TPI di tiga tempat tadi,” harapnya.
Dia menegaskan, DKP Kukar juga ada rencana membangun TPI di Kecamatan Muara Badak. Saat ini masih tahap review Detail Engineering Design (DED) dan tahun lalu sudah selesai. “Mudah-mudahan tahun ini ada tahap lanjutan. Harapannya di 2024 tiga kecamatan sudah bisa beroperasi. Dan untuk TPI yang baru mau dibangun agar segera direalisasikan, agar memudahkan para nelayan menurunkan hasil tangkapannya,” kata Muslik. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)



