

KUTAI KARTANEGARA – Guna menggali dan mengembangkan sumber- sumber Pendapatan Asli Desa, Pemerintah Desa Jembayan Tengah Kecamatan Loa Kulu sedang persiapkan objek wisata berbasis pertanian atau Agrowisata sebagai penyumbang PAD.
Kades Jembayan Tengah, Masnur mengatakan bahwa sesuai visi pemdes yakni mewujudkan masyarakat jembayan tengah yang peduli , berkualitas mandiri dan berkeadilan dari itu berbagai upaya dilakukan PemdesJembayan Tengah untuk menggali dan mengembangkan sumber- sumber Pendapatan Asli Desa dengan pengembangan potensi.
“Pemberdayaan dan optimalisasi pembangunan yang berwawasan strategi, mengembangkan pertanian, perkebunan dan peternakan yang mandiri dan berdaya saing, digunakan untuk meningkatkan peran dan partisipasi seluruh masyarakat terutama perempuan dan pemuda disegala aspek kehidupan Desa,” kata Masnur.
“Pembangunan pertanian dan penghijauan, Pemberdayaan masyarakat usia produktif, Pengembangan teknologi tepat guna dalam rangka menunjang industri kerajinan dan industri kecil pedesaan, dan pemberdayaan potensi perekonomian pedesaan, serta Pemberdayaan usaha kecil,” jelas Masnur.
Dia mengungkapkan, untuk mewujudkan semua itu, maka Pemdes Jembayan Tengah akan membangun sektor wisata berbasis pertanian. Lokasinya berada di Dusun Tudungan, yang memang sudah terkenal sejak lama sebagai sentra pertanian. “Dusun Tudungan kita persiapkan jadi objek Agrowisata, karena warga Dusun Tudungan banyak yang menanam padi sayur mayur dan Holtikultura,” lanjut Masnur.
Selain itu, kata dia, masyarakat bisa mengenal potensi wisata singkong ditempat itu, karena bagi pecinta singkong mereka bisa menikmati sensasi persilangan singkong gajah dengan singkong pacar. “Oleh masyarakat Dusun Tudungan yang namanya paket singkong selingkuh yang mungkin bisa dicoba rasanya, singkong Selingkuh merupakan persilangan antara singkong gajah dan jenis singkong pacar,” kata Masnur.
“Biasanya para wisatawan, ikut serta memanen singkong selingkuh, terserah paketnya mau dibawa pulang, atau makan dilokasi, karena disediakan juga tempat memasaknya,” sebutnya.
Untuk menuju dusun Tudungan, dari Kantor Camat Loa Kulu membutuhkan jarak tempuh sekitar 10 Km. Masnur mengklaim, sudah banyak yang berkunjung ke Tudungan, guna menikmati enaknya singkong selingkuh. “Ada saja yang datang, untuk menikmati singkong selingkuh, apalagi pas hari libur,” ucapnya.
Selain punya hasil pertanian andalan, berupa singkong selingkuh menjadi andalan desa, ada lagi satu produk berupa Madu Kelulut, yang menjadi andalan. Madu tersebut akan terasa nikmat jika dicampur dengan minuman kopi. “Madu kelulut biasanya dicampur dengan kopi, rasanya akan semakin nikmat,” kata Masnur. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)



