779 Titik Panas, Wabup Berau Sebut Karhutla Sudah Jadi Ancaman Serius

BERAU – Kabupaten Berau menghadapi tekanan serius akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 29 Agustus 2026, tercatat 779 titik panas (hotspot), menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur.

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan tingginya jumlah hotspot telah berdampak langsung terhadap masyarakat.  Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah kawasan permukiman, sementara kualitas udara pada 28–29 Agustus berada dalam kategori tidak sehat.

“779 titik panas ini alarm bagi kita semua. Karhutla tidak boleh dianggap persoalan biasa,” tegas Gamalis saat menghadiri penyuluhan penanganan karhutla yang digelar bersama jajaran Mabes TNI dan Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI di Makodim 0902/Berau, Tanjung Redeb, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca panas dan kering membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Suhu udara bahkan mencapai 35,5 derajat celsius dengan kelembapan sekitar 59 persen RH. Dampaknya, tidak hanya menyangkut lingkungan. Karhutla juga mengancam kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, keselamatan warga hingga keberlangsungan ekosistem.

“Ini bukan hanya soal api dan asap. Kesehatan, ekonomi, keselamatan warga dan lingkungan semuanya terdampak,” ujarnya.

Pemkab Berau telah mengambil sejumlah langkah, termasuk menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 5 hari, menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi pelajar, serta mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Namun, Gamalis menilai penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemantauan titik panas, kesiapan personel, percepatan pemadaman dan edukasi kepada masyarakat harus berjalan bersamaan. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bergerak sesuai tugasnya,” katanya.

Dia mengapresiasi keterlibatan jajaran Mabes TNI dan Pasis Sesko TNI yang datang ke Berau untuk memberikan sosialisasi sekaligus memperkuat penanganan karhutla. Diharapkan kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi menghasilkan strategi yang dapat langsung diterapkan di lapangan. “Kita butuh langkah yang cepat, terukur dan tepat. Tujuannya satu, melindungi masyarakat Berau,” pungkasnya. (ar/gs/adv)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker