Buaya Muncul di Rapak Mahang Samarinda

SAMARINDA – Warga Jalan Rapak Mahang RT 24 Samarinda diresahkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran 3-4 meter. Buaya itu berkeliaran di areal pemukiman  warga. Bahkan saat air sungai pasang,  buaya liar tersebut bisa naik ke perumahan warga yang berada diatas sungai.

Pada Rabu (17/3/2021) pagi, warga Jalan Rapak Mahang Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Samarinda digegerkan dengan munculnya buaya muara di sungai sekitar pemukiman warga.

Kemunculan buaya sepanjang 3 meter ini sempat direkam salah satu warga yang melintas. Dan rekaman itu viral d media sosial.

Salah satu warga, Dzulkarnain mengaku telah lama mengetahui keberadaan buaya tersebut. Dan, kemunculan buaya besar itu membuatnya khawatir menjadi bencana bagi warga. Pasalnya, ada warga sering memancing di  sungai tersebut.

“Jarang sore-sore sih.  Sudah lama, dulu waktu pembersihan kolam.  Saat pembersihan kolam itu, salah satu wakar yang menjaga alat bilang ada buaya timbul,” kata dia, kemarin.

Sementara itu warga lainnya, Siti menyampaikan ada 2 ekor buaya berukuran besar. Namun dirinya tak bisa mendetailkan berapa meter besarnya buaya tersebut. Buaya itu sering berjemur dan mendekati rumahnya saat sungai sedang pasang.

Siti mengaku sejak buaya itu sering muncul dan berjemur, warga jadi takut melakukan bersih-bersih rumput. Apalagi saat sungai sedang pasang. Apalagi sejak binatang unggas milik warga sering hilang.

“Itu mentok dan bebek saja sering hilang. Ada dua ekor buaya yang sering Nampak.  Kalau yang sering kami lihat 2 aja sih. Sudah ada setahunan. Takut juga, soalnya kalau pasang kebawah-bawah sini,” ungkap dia.

Kemunculan buaya ini sempat disampaikan ke dinas terkait. Namun petugas tidak berhasil menangkapnya, karena lokasinya sangat luas.

Meski tidak ditangkap,  warga berharap pemerintah bisa membantu warga sekitar membersihkan lokasi kemunculan buaya tersebut, agar  saat buaya itu muncul bisa terlihat jelas. Sehingga warga bisa menghindarinya. Dan,  pemerintah juga bisa memasang pengumuman, agar lokasi itu tidak digunakan untuk memancing.  (maman)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker