Positif Corona di Kaltim Bertambah 9 Kasus

SAMARINDA – Jumlah pasien positif virus corona di Kaltim bertambah 9 kasus. Sehingga, sampai 16 April 2020, jumlah pasien terkonfirmasi virus corona di Kaltim menjadi 44 kasus.  Dimana, 10 orang dinyatakan sembuh dan 1 meninggal dunia.

Penambahan 9 kasus terkonfirmasi virus corona itu tersebar di Kabupaten/Kota di Kaltim. Yakni, 1 kasus di Kutai Barat, 3 kasus di Berau, 2 kasus di Balikpapan, dan 3 kasus di Bontang.

Untuk di Kutai Barat, pasien positif corona memiliki riwayat perjalanan kluster Gowa. “Pasien tidak memiliki gejala dan dirawat dan diisolasi sejak 30 Maret di Asrama Dispora Kutai Barat,” Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak saat konferensi pers melalui aplikasi zoom, Kamis (16/4).

Begitu juga tiga pasien terkonfirmasi positif di Berau. Ketiga pasien ini kluster Gowa ini masih tidak memiliki keluhan. Saat ini, mereka dirawat di Rumah Sakit Daerah Abd. Rivai Berau.

“BRU 2, laki-laki 28 tahun dilaporkan sebagai kasus PDP dirawat  sejak 3 April 2020.  BRU 3, laki-laki 40 tahun dilaporkan sebagai kasus PDP dirawat 3 April 2020. Dan  BRU 4, laki-laki  58 tahun, hasil rapid test negatif  dilaporkan sebagai PDP sejak 4 April 2020. Ketiga kasus merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan masih tidak memiliki keluhan,” ungkap dia.

Sedangkan tambahan 2 pasien positif di Balikpapan sekarang ini dirawat di RSKD Balikpapan. Keduanya mulai dirawat sejak 7 April.

“BPN 19, wanita 46 tahun merupakan kontak erat dari BPN 13 memiliki hasil rapid test positif, dirawat sejak 7 April 2020.  BPN 20, laki-laki 74 tahun merupakan kasus PDP, dirawat sejak 7 April 2020,” kata dia.

Sementara itu tambahan positif virus corona di Bontang, dua pasien diantaranya merupakan kluster Gowa. Sedangkan 1 pasien lainnya memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Ketiga pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Taman Husada Bontang.

“BTG 2, laki-laki 43 tahun, pelaku perjalanan Gowa, tidak memiliki keluhan dan isolasi mandiri. BTG 3, wanita 25 tahun, pelaku perjalanan dari Jakarta dan melakukan isolasi mandiri sejak 4 April 2020. Kasus BTG 4, laki-laki 43 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Gowa, sebelumnya ditetapkan sebagai OTG dirawat sejak 4 April 2020 di RSUD Taman Husada Bontang,” kata dia. (sobirin)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker