
KUTAI KARTANEGARA – Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sudiyarso mengapresiasi Program Demonstration Plot (Demplot) Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA). Sebab, program tersebut berdampak besar bagi petani. Terutama peningkatan hasil panen padi hingga enam ton per hektare.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar terhadap petani di wilayahnya. Ini kebahagiaan petani dan bisa mendorong swasembada pangan,” ungkap dia.
Menurut dia, Bukit Biru dikenal sebagai wilayah transmigrasi sejak puluhan tahun dengan mengandalkan sektor pertanian. Mayoritas warga berprofesi sebagai petani, dengan padi sebagai komoditas unggulan.
“Program ini menjadi semangat baru bagi petani untuk terus berkolaborasi dan meningkatkan mutu pertanian ke depan,” katanya.
Diketahui, Kelurahan Bukit Biru menjadi salah satu lokasi percontohan program Demplot dan LEISA, sekaligus penerapan digital farming melalui penggunaan drone sprayer. Program ini merupakan kerja sama pemerintah dengan Bank Indonesia (BI).
Sebelumnya produktivitas padi rata-rata hanya 3,6 ton per hektare. Tetapi, dengan program Demplot, produktivitas meningkat menjadi 6,27 ton per hektare atau naik sekitar 74 persen.
Panen perdana Demplot di Bukit Biru dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, perwakilan BI, hingga Korem 091/ASN. (adv/gs/Diskominfo Kukar)



