Perkuat Peluang Masuk Sekolah Kedinasan, Pemkab Kukar Siapkan Karantina Pembinaan Pemuda

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berkomitmen menyiapkan generasi muda siap bersaing masuk sekolah kedinasan melalui Program Bintang Pengabdian. Program ini dikembangkan sebagai langkah pembinaan jangka panjang, agar putra-putri daerah memiliki kesiapan fisik, mental, dan akademik, sebelum mengikuti seleksi ketat di berbagai institusi negara, seperti TNI, Polri, dan sekolah kedinasan lainnya. Dengan pendampingan lebih terarah, Pemkab Kukar berharap semakin banyak pemuda yang berhasil lolos seleksi dan kembali mengabdi untuk daerah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa penguatan program ini menjadi strategi penting untuk memperluas peluang kesuksesan pemuda daerah dalam seleksi lembaga kedinasan. Persiapan sejak dini akan sangat menentukan hasil akhir karena proses seleksi tidak hanya menuntut kemampuan fisik dan akademik, tetapi juga kesiapan mental.

“Program ini kita siapkan untuk membantu putra-putri terbaik Kutai Kartanegara agar siap mengikuti tes sekolah kedinasan, salah satunya TNI. Harapannya, semakin banyak yang mendaftar, semakin banyak yang lulus, dan semakin banyak yang kembali mengabdi sebagai anggota TNI,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Selain TNI, Pemkab Kukar juga membangun komunikasi intensif dengan pihak kepolisian untuk memperkuat pembinaan bagi pemuda yang berminat mengikuti seleksi Polri. Kedepan pemerintah menargetkan pembentukan pola karantina agar proses pembinaan bisa dilakukan lebih fokus dan terstruktur. “Anak-anak yang ingin mengikuti tes kepolisian juga akan kita siapkan. Kami ingin mereka benar-benar siap sebelum terjun ke tahap seleksi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa Program Bintang Pengabdian merupakan bentuk komitmen Pemkab Kukar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur kedinasan. Kerja sama dilakukan dengan berbagai institusi seperti TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat, Angkatan Udara, Kepolisian, STAN, hingga STTD untuk memberikan pembinaan yang lebih komprehensif.

“Kami bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, Kepolisian, hingga lembaga pendidikan seperti STAN dan STTD. Disebut generasi tangguh karena mereka dibentuk untuk mampu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari proses seleksi hingga masa pendidikan,” jelasnya.

Aji Ali Husni mengungkapkan bahwa tingkat persaingan masuk lembaga kedinasan semakin tahun semakin ketat sehingga pembinaan jauh hari menjadi kebutuhan penting. Peserta harus dipersiapkan secara menyeluruh mulai dari kesehatan, kemampuan akademik, wawasan kebangsaan, hingga mental disiplin.

“Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan angka kelulusan, tetapi juga membangun motivasi pengabdian bagi pemuda Kukar. Kalau kita lihat, jumlah pemuda Kukar yang diterima di TNI dan Polri masih minim. Bahkan di STAN dan STTD, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Padahal kebutuhan tenaga profesional seperti auditor dan tenaga teknis di daerah sangat tinggi,” ujarnya.

Aji Ali Husni optimistis dengan adanya pola pembinaan baru, termasuk rencana karantina, peluang pemuda Kukar untuk diterima di sekolah kedinasan akan semakin besar. “Program ini juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia yang akan memperkuat posisi Kukar dalam pembangunan masa depan,” pungkasnya. (adv/pur/Dispora Kukar)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker