
SAMARINDA – Masih belum berakhirnya pandemi Covid-19 membuat Komisi II DPRD Samarinda merasa was-was dengan ketersediaan pangan di wilayah Kota Samarinda.
“Kita harus menyikapi ketersediaan pangan di wilayah Samarinda. Karena ini merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang mau tidak mau harus tersedia,” kata anggota DPRD Samarinda Arbain, Kamis (9/4).
Menurutnya tak kalah penting lagi sebagai bahan pertimbangan adalah dengan kondisi Covid-19 masih belum berakhir yang tentu berdampak pada menurunnya PAD.
“Dan lebih penting lagi, sehubungan PAD akan mengalami penurunan drastic, maka kita harus diupayakan langkah-langkah untuk antisipasi penyetokan dan lainnya,” katanya.
Dalam waktu dekat, kata dia, Komisi II berencana melakukan hearing dengan BPKAD dan Bapenda untuk mencari solusi atas kemungkinan kekurangan pangan di Samarinda.
Tak hanya itu, lanjut dia, hearing tersebut diharapkan dapat membuat rekomendasi ke pimpinan dewan untuk ditindaklanjuti ke Pemkot sebagai penyesuaian APBD 2020 dan Rancangan APBD 2021.
“Juga agar pelaksanaan APBD realistis atas kepastian akan terjadi defisit anggaran jika belanja tetap dilakukan sesuai APBD 2020, ” katanya. (adv/advetorial)



