
KUKAR – Proses hibah lahan untuk pembangunan gudang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berjalan. Saat ini, tahapan administrasi proses hibah lahan tersebut telah lengkap. Namun, masih terdapat tahapan lanjutan yang harus diselesaikan. Yakni, pembentukan tim pengkaji. Tim itu nanti akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) beserta hasil kajian sebagai bagian dari proses hibah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menargetkan proses hibah lahan tersebut dapat dirampungkan pada akhir tahun 2026. Rencana pembangunan gudang Bulog ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Bagus Eko Sampurno, mengatakan, proses hibah lahan saat ini terus ditindaklanjuti sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku. Kelengkapan administrasi menjadi salah satu tahapan penting memastikan proses hibah aset milik pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik. Setelah administrasi lengkap, tahapan berikutnya pembentukan tim pengkaji, untuk melakukan penilaian dan kajian terhadap lahan yang akan dihibahkan.
“Untuk administrasi saat ini sudah lengkap. Tinggal pembentukan tim pengkaji, yang nantinya akan diterbitkan surat keputusan. Kemudian dilanjutkan dengan hasil kajian sebagai bagian dari proses hibah lahan tersebut,” kata Bagus Eko Sampurno saat berada di DPRD Kukar, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, rencana hibah lahan ini merupakan bagian dari dukungan Pemkab Kukar terhadap pembangunan gudang Bulog yang direncanakan berlokasi di Kelurahan Bukit Biru. Lahan yang disiapkan pemerintah daerah untuk pembangunan fasilitas tersebut sekitar satu hektare. “Pembangunan gudang Bulog direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” katanya.
Ia berharap, seluruh tahapan yang masih berjalan dapat segera diselesaikan. Sehingga proses hibah lahan sesuai target yang telah ditetapkan. “Target kami, proses hibah ini bisa rampung pada akhir 2026. Karena itu, tahapan yang masih berjalan akan terus ditindaklanjuti agar semuanya dapat diselesaikan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Dia berharap keberadaan gudang Bulog di Kukar memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Khususnya bagi para petani yang selama ini membutuhkan akses pemasaran hasil panen.
“Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan penyerapan hasil pertanian dapat semakin optimal. Petani juga berpeluang memperoleh akses pemasaran lebih baik. Sehingga hasil panen yang dihasilkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ucap dia.
Selain mendukung petani, kata dia, keberadaan gudang Bulog di Kukar diharapkan dapat memperkuat ketersediaan stok pangan daerah. Ini penting, untuk menjaga kelancaran distribusi komoditas kebutuhan pokok. Sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Kami berharap pembangunan gudang Bulog dapat segera direalisasikan setelah seluruh proses hibah lahan selesai. Sehingga, fasilitas ini dapat menjadi salah satu penunjang ketahanan pangan. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kukar,” ungkap dia. (adv/ki/Diskominfo Kukar)
Editor : Abdul Rahman



