SAMARINDA – Kepastian pengoperasian Terowongan Samarinda masih menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Samarinda. Dewan berencana meminta penjelasan dinas terkait mengenai perkembangan pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dokumen yang menjadi dasar sebelum terowongan dapat difungsikan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana proses administrasi tersebut berjalan. Informasi itu akan diminta melalui agenda pemanggilan instansi terkait. “Yang ingin kita ketahui, pengurusan dokumen SLF itu sudah sampai di mana. Apakah sudah tahap finalisasi, penyajian data, kelengkapan data, atau masih ada perbaikan,” kata Deni, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, pembahasan kali ini lebih diarahkan pada kelengkapan dokumen dan proses sertifikasi, bukan kembali mempersoalkan pembangunan fisik terowongan. Pihak terkait sebelumnya telah menyatakan pekerjaan fisik selesai.
Deni Hakim Anwar menilai kepastian administrasi perlu segera diperoleh agar masyarakat mengetahui tahapan yang masih harus diselesaikan sebelum terowongan dibuka untuk umum. Terowongan tersebut diharapkan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. Khususnya di kawasan Gunung Manggah yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan. “Struktur bangunannya mereka menyatakan sudah selesai. Tinggal sekarang bagaimana data-data atau administrasi ini bisa segera diselesaikan sehingga nantinya terowongan dapat difungsikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SLF merupakan dokumen penting yang memastikan bangunan telah memenuhi persyaratan untuk digunakan sesuai fungsinya. Karena itu, proses pemeriksaan dokumen tidak dapat dilewati hanya karena pekerjaan konstruksi sudah dinyatakan selesai.
“Bagi DPRD, kepastian jadwal menjadi hal yang juga perlu dijelaskan kepada publik. Masyarakat membutuhkan informasi yang terang mengenai tahapan tersisa. Termasuk apakah masih ada persyaratan yang harus dilengkapi oleh pihak pengelola proyek,” ungkapnya.
Ia berharap proses tersebut tidak berlarut-larut. Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, diharapkan terowongan dapat segera dimanfaatkan. “Kita ingin mendapatkan kepastian kapan dokumen SLF ini selesai dan kapan terowongan bisa difungsikan. Mudah-mudahan bisa menjadi kado akhir tahun bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Annisa Hidayah



