
KUKAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di wilayah Kukar. Yakni, dengan melakukan penguatan layanan kesehatan, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, dan mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan guna mengetahui status HIV sejak awal.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Muffidah mengatakan, penanganan HIV membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. “Ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penularan HIV. Sekaligus mendorong upaya pencegahan sejak dini,” kata Ismi Muffidah pada media, di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting menekan risiko penyebaran HIV. Masyarakat perlu memahami bagaimana virus tersebut menular, cara pencegahannya, dan pentingnya menjalani pemeriksaan apabila memiliki faktor risiko.
“Penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah atau tenaga kesehatan saja, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat. Karena itu, edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan, agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV,” kata Ismi Muffidah.
Ia menjelaskan, deteksi dini juga menjadi bagian penting dalam upaya penanganan HIV. Sehingga, seseorang dapat mengetahui status kesehatannya dan dapat segera memperoleh penanganan medis apabila dinyatakan positif HIV. “Selain itu, pengobatan yang tepat dan berkelanjutan dapat membantu orang dengan HIV menjaga kondisi kesehatannya,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia untuk melakukan konsultasi maupun pemeriksaan. “Menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV sangat penting,” katanya.
Menurutnya, anggapan negatif di tengah masyarakat dapat membuat seseorang enggan memeriksakan diri maupun mengakses layanan kesehatan karena takut mendapatkan perlakuan berbeda. Padahal, dukungan lingkungan dan keluarga sangat dibutuhkan. Sehingga orang penderita HIV dapat menjalani pengobatan secara rutin dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jangan sampai stigma membuat masyarakat takut memeriksakan diri. Terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan, mendorong deteksi dini, dan memastikan mereka yang membutuhkan pengobatan bisa mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup sehat. Dan memahami langkah-langkah pencegahan HIV dengan benar. Tidak mudah mempercayai informasi yang keliru mengenai penularan virus tersebut. “Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan Dinkes Kukar, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanganan HIV semakin meningkat,” katanya.
Dengan dukungan seluruh pihak, ia berharap penyebaran kasus HIV dapat ditekan. Sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan tanpa diskriminasi. “Pemerintah daerah terus mendorong, agar upaya penanganan HIV tidak hanya fokus ke pengobatan. Tetapi juga mengedepankan pencegahan, pemeriksaan dini, edukasi, dan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya. (adv/ki/Diskominfo Kukar)
Editor : Abdul Rahman



