

SAMARINDA – Komisi IV DPRD Samarinda memiliki penilaian terhadap maraknya masalah pernikahan dini di Kota Samarinda. Salah satunya, tantangan era digitalisasi sekarang ini. Mayoritas disebabkan media sosial, yang sangat mudah diakses melalui gawai. Banyak anak-anak terpapar konten tidak pantas berbau pornografi.
“Era digitalisasi ini menjadi suatu tantangan bagi orang tua atau keluarga mendidik anak-anak. Banyak tontotan yang tidak layak dapat diakses anak-anak melalui gawainya,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie, kemarin.
Menurut dia, masalah pernikahan dini di Kota Samarinda akan tetap menjadi perhatian serius. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mengatasi masalah pernikahan dini tersebut.
“Semua pihak perlu terlibat untuk mengatasi masalah pernikahan dini yang sering terjadi di Kota Samarinda. Walau angkanya tidak tinggi, tetapi masalah pernikahan dini mesti tetap menjadi perhatian serius kita semua,” ucap dia.
Menurut dia, gaya hidup di era digitalisasi ini berpengaruh besar terhadap perilaku dan pola pikir anak-anak. “Pengawasan ketat terhadap anak-anak sangat penting dilakukan orang tua dan keluarganya. Karena pengarus media sosial sangat sulit untuk dikendalikan,” kata dia. (ADV)



