

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Kelekat telah mengambil langkah strategis dengan merencanakan pembangunan pabrik minyak makan merah. Minyak yang dihasilkan dari rafinasi tanpa pemucatan (bleaching) dan deodorisasi, melalui fraksinasi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil atau CPO).
Karena hilirisasi produk kelapa sawit, maka minyak makan merah harganya lebih murah daripada minyak goreng pada umumnya. Maka dari itu, Presiden Jokowi yakin produk yang diproduksi langsung dari hasil petani kecil ini pasti bisa bersaing di pasar
Melihat potensi tersebut, Kepala Desa (Kades) Kelekat, Cawal mempersiapkan lahan diwilayahnya, yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik pengelolahan minyak merah. “Kami sudah menyiapkan lahan seluas 3 hektare dan berharap pembangunan pabrik ini dapat segera dimulai,” kata Cawal, Kamis (4/4/2024).
Rencana pembangunan pabrik ini merupakan hasil usulan dari pemerintah desa. Usulan itu berdasarkan pertimbangan potensi lokal. “Kita lihat banyak sekali perkebunan kelapa sawit didaerah ini dan selama ini kita lihat hasil panenya dijual keluar dari wilayah Kecamatan Kembang Janggut,” kata Cawal.
Dengan adanya pabrik ini diharapkan akan menjadi pusat produksi minyak makan merah yang pertama dan satu-satunya di Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). “Memang kita melihat potensi yang ada di sana memungkinkan,” tegas Cawal.
Pemerintah Desa Kelekat telah membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah. Usulan ini telah direspons positif oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar. Pabrik ini diharapkan akan membuka banyak lapangan pekerjaan dan menjadi katalisator untuk kemajuan ekonomi Desa Kelekat.
Dengan pembangunan pabrik minyak makan merah ini, Desa Kelekat berpotensi menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan industri lokal yang berkelanjutan. “Ini akan membantu kemajuan Desa Kelekat, Selain itu pembangunan ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga rencana ini berjalan lancar demi kemajuan di desa kami,” kata Cawal. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)



