Bantuan Pemprov Masih Tanda Tanya, Nasib Tim Porwanas Kaltim di Ujung Tanduk

SAMARINDA — Nasib Tim Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Kalimantan Timur di ujung tanduk. Mereka terancam tidak bisa mengikuti Porwanas 2027 di Lampung. Karena, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim kesulitan memberangkatkan atletnya. Faktor utamanya, keterbatasan anggaran dan kondisi keuangan daerah.

Keikutsertaan Tim Porwanas Kaltim masih ketergantungan dengan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Namun, bantuan yang diharapkan dari Pemprov Kaltim tersebut masih tanda tanya. Apakah Pemprov Kaltim dapat memberikan dukungan atau tidak? Sampai sekarang belum ada kejelasan. Tetapi, PWI Kaltim masih memperjuangkan dukungan anggaran agar atlet wartawan bisa berlaga dan berjuang mengharumkan nama Kaltim di kancah olahraga nasional.

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin mengatakan, terancamnya Kaltim absen di Porwanas 2027 akan menjadi masalah serius. Sebab, pembinaan olahraga wartawan di daerah selama ini telah berjalan konsisten.

“Wartawan Kaltim terancam absen di Porwanas Lampung. Karena kondisi keuangan daerah dan keberpihakan Pemprov terhadap atlet wartawan di Kaltim. Padahal, teman-teman PWI Kaltim sudah sangat maksimal mempersiapkan atletnya untuk berlaga di Porwanas,” tegas Abdurrahman di Kantor PWI Kaltim, Samarinda, Senin (26/10/2026).

Selama ini, kata dia, PWI Kaltim rutin melakukan pembinaan atletnya setiap tahun. Yakni, dengan menggelar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada). Meskipun tidak ada ketentuan yang mewajibkan kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun.

“Porwada tidak hanya menjadi ajang kompetisi internal, tetapi juga sarana mengukur kemampuan atlet, sekaligus menjaring wartawan yang berpotensi memperkuat kontingen Kaltim di Porwanas,” tandasnya.

‎Menurut dia, pembinaan tersebut mulai menunjukkan hasil. Dalam dua penyelenggaraan Porwanas terakhir, yakni di Malang dan Banjarmasin, prestasi kontingen Kaltim mengalami peningkatan dibandingkan keikutsertaan sebelumnya.  Pada Porwanas 2024 di Kalimantan Selatan, Kaltim menempati peringkat kedelapan, dengan raihan dua medali emas, tiga perak, dan enam perunggu.

“Apabila Kaltim batal mengikuti Porwanas 2027, maka berpotensi memutus kesinambungan pembinaan yang selama ini telah dibangun,” tegasnya.

‎Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kaltim Didda Satriya juga menyayangkan apabila kontingen Kaltim sampai batal mengukuti Porwanas 2027. Padahal, Porwanas merupakan ajang untuk membuktikan hasil pembinaan olahraga wartawan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui Porwada dan kejuaraan internal. ‎“Hasil Porwada sudah menunjukkan hasil dan mengangkat prestasi Kaltim di level nasional,” ujar Didda.

‎Menurut dia, kebutuhan anggaran Porwanas 2027 di Lampung diperkirakan lebih besar. Terutama anggaran transportasi. Jarak tempuh menuju lokasi kegiatan membuat perjalanan kontingen Kaltim membutuhkan penerbangan dengan dua kali perjalanan.

“‎Selain transportasi, biaya akomodasi atlet juga menjadi beban tersendiri. Karena Porwanas 2027 nanti, tidak ada lagi subsidi dari tuan rumah. Kondisi tersebut berbeda dengan penyelenggaraan Porwanas sebelumnya,” ucapnya.

Ia berharap usulan anggaran keberangkatan kontingan Kaltim ke ajang Porwanas 2027 masih dapat diperjuangkan. “Kami memahami kondisi fiskal Kaltim sedang menghadapi tekanan. Tetapi, kita harapkan pengajuan anggaran tersebut bisa diperjuangkan dan masih dapatlah,” harapnya.

Menurut dia, pengajuan keberangkatan kontingen Kaltim ke Porwanas hingga kini belum ditutup. Masih dalam proses perjuangan. Diharapkan Pemprov Kaltim tetap memberikan dukungan, agar wartawan daerah dapat berpartisipasi dalam agenda olahraga nasional tersebut. “Kita percaya, Pemprov Kaltim masih memiliki kepedulian dengan agenda nasional ini. Karena agenda tersebut membawa nama besar provinsi ini,” ungkapnua. (red)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker