
KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pengembangan potensi wisata sejarah di Kecamatan Sangasanga melalui penataan dan pelestarian cagar budaya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjadikan Sangasanga sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kukar.
Terlebih, kecamatan tersebut dikenal sebagai Kota Juang yang memiliki catatan sejarah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Sangasanga memiliki berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perjuangan masyarakat dalam melawan penjajahan. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan bangsa.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono mengatakan, pengembangan wisata sejarah di Sangasanga perlu dilakukan secara terencana, dengan memperhatikan aspek pelestarian dan penataan kawasan cagar budaya. Keberadaan situs-situs bersejarah di Sangasanga merupakan aset daerah, yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Selain memiliki nilai historis, peninggalan tersebut juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik.
“Sangasanga memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi perjalanan bangsa Indonesia, khususnya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Karena itu, potensi ini perlu kita jaga dan kembangkan agar dapat menjadi daya tarik wisata sejarah di Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Sunggono saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Kota Juang Sanga-Sanga, di Ruang Rapat Sekkab Kukar, Senin (19/10/2026).
Ia menegaskan, upaya pengembangan tersebut tidak hanya fokus ke peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan nilai-nilai sejarah tetap terpelihara. “Melalui penataan cagar budaya, kawasan bersejarah di Sangasanga diharapkan menjadi lebih tertata, nyaman dikunjungi, serta mampu memberikan pengalaman wisata edukatif kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai, pengembangan wisata sejarah dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas. “Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga memahami perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus menyampaikan, Kecamatan Sangasanga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya. Keberadaan berbagai peninggalan bersejarah menjadi modal penting membangun daya tarik wisata yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya di Kukar.
“Sangasanga memiliki potensi wisata sejarah yang sangat kuat. Sebagai Kota Juang, daerah ini mempunyai nilai historis yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, baik di tingkat lokal maupun luar daerah,” ungkap Awang Agus.
Ia menjelaskan, penataan cagar budaya menjadi salah satu aspek penting mendukung pengembangan sektor pariwisata. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan bersejarah tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengenang peristiwa masa lalu, tetapi dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi.
“Kami mendorong pengembangan wisata sejarah dilakukan dengan memperhatikan kelestarian bangunan dan situs bersejarah. Ini penting agar upaya meningkatkan daya tarik wisata tidak menghilangkan nilai autentik dari peninggalan sejarah tersebut,” katanya.
Selain itu, ia berharap, pengembangan potensi wisata Sangasanga dapat membuka peluang bagi masyarakat, untuk terlibat dalam aktivitas pariwisata. Mulai dari penyediaan jasa, pengembangan usaha lokal hingga promosi produk unggulan daerah. Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah, maka potensi wisata sejarah Sangasanga diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Harapannya, potensi sejarah yang dimiliki Sangasanga dapat semakin dikenal luas. Selain menjadi sarana edukasi dan pelestarian sejarah, pengembangannya juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ungkapnya. (adv/ki/Diskominfo Kukar)
Editor : Abdul Rahman



