
KUKAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang tidak aktif dapat kembali menjalankan kegiatan mengembangkan potensi pariwisata di wilayah masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus, mengatakan, keberadaan Pokdarwis memiliki peran penting mendukung pengembangan sektor pariwisata. Khususnya menggerakkan masyarakat agar ikut terlibat dalam pengelolaan destinasi wisata.
Saat ini, terdapat sekitar 60 Pokdarwis tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kukar. Dari jumlah tersebut, kondisi keaktifannya masih beragam. Sekitar 50 persen di antaranya tercatat aktif maupun tidak aktif. “Kita mendorong Pokdarwis yang belum aktif untuk kembali bergerak. Karena mereka ini merupakan ujung tombak di tingkat masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di daerahnya,” kata Awang Agus pada media ini, di Pendopo Odah Etam, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, Kukar memiliki potensi pariwisata sangat besar dan beragam. Tak hanya wisata alam, tetapi juga wisata budaya, sejarah, hingga berbagai potensi wisata berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Karena itu, tambah dia, Dispar Kukar terus mendorong ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan Pokdarwis. Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, pengembangan destinasi wisata diharapkan dapat berjalan lebih berkelanjutan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian warga.
“Kita punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana masyarakat dan Pokdarwis bisa mengelolanya dengan baik, sehingga menjadi destinasi yang menarik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Awang Agus berharap Pokdarwis yang aktif mampu menjadi penggerak menjaga kebersihan, keamanan, pelayanan serta memperkenalkan potensi wisata di wilayah masing-masing. “Pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Lurah Panji, Hanapi menyebutkan, keberadaan Pokdarwis di tingkat kelurahan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata yang ada. Potensi wisata di wilayah kelurahan maupun desa perlu dikemas secara menarik agar dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat luar daerah. Pengelolaan yang melibatkan masyarakat juga dapat membuka peluang ekonomi baru.
“Pokdarwis ini sangat penting karena masyarakat bisa terlibat langsung dalam mengembangkan potensi yang ada. Kalau dikelola bersama dan konsisten, tentu bisa memberikan manfaat, baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi masyarakat,” sebut Hanapi.
Ia berharap, Pokdarwis yang sebelumnya belum aktif dapat kembali membangun komunikasi dengan pemerintah kelurahan maupun Dispar Kukar. “Dengan demikian, berbagai potensi wisata yang selama ini belum tergarap secara maksimal dapat mulai dikembangkan,” katanya. (adv/ki/Diskominfo Kukar)
Editor : Abdul Rahman



