Mini Museum BP Kebudayaan Kaltim Kenalkan Warisan Budaya dan Teknologi Tradisional

SAMARINDA – Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Kalimantan Timur menyediakan sejumlah ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengenal berbagai warisan budaya daerah. Salah satunya melalui mini museum yang menghadirkan koleksi warisan budaya benda maupun tak benda.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur, Lestari, mengatakan keberadaan mini museum menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan kebudayaan. Koleksi yang ditampilkan sebagian besar berkaitan dengan warisan budaya yang ditemukan dalam kegiatan pelestarian di Kalimantan Timur.

“Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur ini mempunyai beberapa fasilitas yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat yang ada di Kalimantan Timur. Kita punya mini museum yang menyajikan terkait dengan warisan budaya baik benda maupun tak benda,” kata Lestari, Minggu (27/9/2026).

Untuk tahun ini, kata daia, mini museum mengangkat tema teknologi tradisional. Tema tersebut dipilih untuk mengenalkan kembali teknologi yang digunakan masyarakat dan leluhur di masa lalu, sekaligus menjadikannya sumber pengetahuan bagi generasi sekarang.

Ia menjelaskan, teknologi tradisional merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda. Pengetahuan tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan teknologi pada masa mendatang tanpa meninggalkan akar budaya daerah.

“Bagaimana sebetulnya anak-anak muda nanti bisa berkarya yang bersumber dari warisan leluhurnya, tidak bersumber dari luar budayanya. Saya berharap mereka bisa menggali warisan-warisan terkait dengan teknologi tradisional leluhurnya untuk bisa dikembangkan untuk kemaslahatan hidup nanti di masa depan,” ujarnya.

Selain koleksi teknologi tradisional, BP Kebudayaan Kaltim juga memiliki berbagai catatan mengenai tinggalan budaya yang ditemukan dari kegiatan di lapangan. Salah satu kawasan yang memiliki jejak kebudayaan sangat tua adalah kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat.

Lestari menyebut lukisan cadas di kawasan tersebut diperkirakan berusia sekitar 10.000 hingga 40.000 tahun. Hingga kini, pihaknya telah menemukan 58 gua yang memiliki jejak-jejak budaya di kawasan tersebut.

“Jadi tinggalan-tinggalan yang kita punya itu sebenarnya luar biasa. Anak muda harus tahu bahwa peradaban di Kalimantan Timur ini sudah lama sekali ada,” katanya.

Selain mini museum, BP Kebudayaan Kaltim menyediakan mini teater atau mini bioskop dengan kapasitas sekitar 120 orang. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menonton film bertema kebudayaan, mulai dari kelompok PAUD hingga komunitas masyarakat.

Menurut Lestari, layanan mini bioskop dapat dimanfaatkan masyarakat pada hari dan jam kerja dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui tautan yang disediakan. Sementara mini museum dan ruang pameran dapat dikunjungi secara langsung tanpa harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

“Semua layanan kita, baik mini bioskop, kemudian mini museum, pameran lukisan, itu bisa diakses di hari kerja dan jam kerja. Kalau nonton bioskop mengisi link mendaftar dulu, tetapi kalau pameran dan mini museum bebas kapan saja,” pungkasnya. (nul)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker