Kabut Asap Memburuk, DPRD Kukar Dorong Sekolah Siapkan Pembelajaran dari Rumah

KUKAR – Kondisi kabut asap yang masih terlihat pada pagi hari di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian DPRD Kukar. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kualitas udara yang menurun juga dinilai perlu diantisipasi agar tidak berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas belajar siswa.

Anggota DPRD Kukar, Sopan Sopian, menyampaikan kabut asap masih terlihat, terutama pada pagi hari. Sebelumnya, kondisi cukup parah terjadi akibat kebakaran lahan di wilayah Kota Bangun Seberang dan Muara Wis yang turut berdampak hingga ke Marangkayu.

“Kalau melihat kondisi saat ini, kualitas udara masih belum baik. Karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi kabut asap cukup tebal,” ujar Sopan Sopian, Sabtu (26/9/2026).

Ia juga meminta Dinas Pendidikan memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas belajar siswa apabila kondisi udara berada pada tingkat yang tidak memungkinkan untuk kegiatan di luar ruangan.

Menurutnya, pembelajaran dari rumah dapat menjadi salah satu langkah antisipasi apabila kabut asap pada pagi hari cukup tebal dan kualitas udara dinilai tidak sehat. Kebijakan tersebut dapat diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah.

“Kami berharap Dinas Pendidikan, khususnya yang menangani sekolah-sekolah, memberikan kelonggaran kepada siswa apabila kondisi udara tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Jika kabut asap cukup tebal dan udara tidak sehat, siswa dapat diarahkan belajar secara daring dari rumah,” katanya.

Sopan menyebut, wilayah Marangkayu memiliki cukup banyak satuan pendidikan, mulai dari SMA, SMK, madrasah aliyah, SMP, MTs, SD hingga TK. Karena itu, diperlukan langkah antisipasi yang terkoordinasi agar kondisi kabut asap tidak mengganggu kesehatan peserta didik.

Ia mendorong adanya instruksi melalui unit pelaksana teknis (UPT) pendidikan apabila kondisi kabut asap diperkirakan memburuk pada pagi hari. Sekolah dapat memberikan tugas kepada siswa melalui wali kelas sehingga kegiatan pembelajaran tetap berjalan meskipun dilakukan dari rumah.

“Kalau malam hari terlihat kabut semakin tebal dan diperkirakan pagi harinya kondisi udara tidak layak untuk aktivitas sekolah, sebaiknya ada arahan agar siswa belajar dari rumah dengan diberikan tugas oleh guru melalui wali kelas,” jelasnya.

Menurut Sopan, pembelajaran dari rumah tetap harus memastikan siswa mendapatkan tugas dan materi pembelajaran. Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak dipersepsikan sebagai hari libur oleh peserta didik.

“Jangan sampai anak-anak menganggap ini sebagai hari libur. Kalau tidak diberikan tugas, mereka bisa menganggap tidak ada kegiatan dan tidak belajar. Ini tentu dapat memengaruhi kualitas pendidikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, mekanisme pengumpulan tugas dapat disesuaikan dengan kondisi dan fasilitas masing-masing sekolah, baik melalui wali kelas maupun sarana pembelajaran yang tersedia. “Langkah antisipasi tersebut tidak hanya relevan diterapkan di Marangkayu, tetapi dapat menjadi pertimbangan bagi seluruh kecamatan di Kukar apabila kondisi kabut asap semakin memburuk,” ungkap dia.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi perhatian utama. Dengan adanya langkah antisipasi yang tepat, aktivitas pendidikan tetap dapat berlangsung sekaligus meminimalkan risiko paparan kabut asap terhadap anak-anak.

“Kita khawatir ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan atau kelelahan akibat kondisi udara yang tidak baik. Karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan untuk melindungi anak-anak,” pungkasnya. (adv/ar/dprd kukar)

Editor : Abdul Rahman

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker