ISPA Tembus 3.587 Kasus, Berau Waspadai Dampak Kabut Asap

BERAU – Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Berau semakin mengkhawatirkan. Dalam tiga bulan, Dinas Kesehatan Berau mencatat ada 3.587 ditangani di seluruh puskesmas.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih kondisi kabut asap masih terjadi akibat Karhutla dan kemarau panjang. “ISPA yang sebelumnya berada di rangking delapan atau sembilan, sekarang sudah menjadi rangking kedua setelah hipertensi,” ungkap Gamalis saat meninjau sejumlah puskesmas, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, peningkatan kasus tersebut terjadi sejak beberapa bulan terakhir hingga memasuki awal September. Anak-anak dan ibu hamil menjadi kelompok yang banyak ditemukan mengalami ISPA.

Gamalis juga menyoroti paparan partikulat PM2.5 yang tidak hanya ditemukan di luar ruangan. Hasil pengukuran Dinas Kesehatan Berau,menunjukkan kadar PM2.5 di dalam fasilitas pelayanan kesehatan berada di atas rata-rata. “Partikel PM2.5 sangat kecil sehingga tidak bisa disaring oleh bulu hidung dan dapat langsung masuk ke paru-paru,” jelasnya.

Di tengah peningkatan kasus tersebut, Gamalis memastikan ketersediaan obat dan oksigen di puskesmas yang ditinjau masih aman. Pemerintah memastikan logistik kesehatan tetap tersedia untuk mendukung penanganan pasien. “Jangan sampai pasien ditangani seadanya karena kekurangan obat atau oksigen,” tegasnya.

Gamalis meminta masyarakat tidak menganggap remeh kondisi udara saat ini. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi, terutama bagi kelompok rentan. “Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan mesti menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap dan partikulat berbahaya,” ucap dia. (ar/gs/adv)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker