Kopi Keliling Kian Ramai di Tenggarong, Dispora Kukar Nilai Peluang Besar Bagi Anak Muda

KUTAI KARTANEGARA – Fenomena kopi keliling yang semakin ramai ditemukan di Kota Tenggarong kini dipandang sebagai peluang usaha baru cukup menjanjikan bagi generasi muda. Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menilai perkembangan ini bukan hanya gaya berdagang modern, tetapi sebuah ruang ekonomi kreatif yang bisa tumbuh pesat jika mendapatkan pembinaan dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, Dery Wardhana melihat meningkatnya minat pemuda di sektor kopi keliling sebagai momentum positif dalam memperkuat kemandirian ekonomi. Maraknya pedagang kopi yang berpindah lokasi setiap hari adalah bukti bahwa pasar semakin terbuka dan peluang usaha semakin terlihat jelas. “Di sisi lain, komunitas kopi di Tenggarong juga berkembang aktif dan secara berkala membuat agenda kompetisi barista yang berpindah-pindah dari satu kafe ke kafe lainnya,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar, sekaligus arena uji kemampuan pemuda yang ingin meningkatkan keterampilan meracik kopi maupun memperluas jaringan usaha. “Teman-teman penggiat kopi setiap bulan sekali mengadakan kompetisi barista dan biasanya berpindah-pindah dari satu kafe ke kafe lainnya,” ujarnya.

Menurut dia, komunitas tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi, namun juga tempat bertukar ilmu bagi penjual kopi keliling untuk mendalami teknik pengolahan, membuat menu baru, hingga mempelajari cara pemasaran yang lebih menarik dan berdaya saing. Banyak barista pemula bahkan lahir dari ajang ini sebelum terjun membuka usaha mandiri. “Pemuda yang berjualan kopi keliling bisa datang belajar bagaimana mengolah kopi, membuat menu, hingga cara memasarkannya,” katanya.

Dia meyakini apabila pembinaan terus dilakukan, maka barista lokal berpeluang naik kelas hingga bisa tampil di ajang kompetisi yang lebih besar. Dispora Kukar mendukung tumbuhnya tren ini selama pelaku usaha menjaga kualitas bahan dan menonjolkan kopi asli, termasuk robusta lokal yang kini makin banyak digunakan. “Makanya perkopian ini perlu terus dilatih, mulai dari teknik seduh hingga cupping untuk mengenali karakter rasa kopi,” jelasnya.

Dispora Kukar berharap geliat kopi keliling dapat berkembang lebih matang dan tidak berhenti hanya sebagai tren sesaat. Tetapi,  bisa menjadi sumber ekonomi kreatif jangka panjang bagi anak muda Tenggarong. “Selama teman-teman menggunakan beans yang asli dan memenuhi standar, termasuk robusta lokal yang kini sudah banyak tersedia,” pungkasnya. (adv/pur/Dispora Kukar)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker